Skip to main content

Ayah Diva Ulang Tahun ;-)

14 February 2007, tepat hari kasih sayang di seluruh dunia, kuucapkan Selamat kepada suamiku tercinta ;-), hari ini genap 38 thn umurnya, ahh berkurang lagi jadi jatah hidupnya, tak lupa ku doakan agar ia tetap membimbing kami, keluarga mungilnya ini menuju tempat yang terbaik disisi Allah SWT nanti...

Diva, putri cantik kami pun mengucapkan selamat kepada ayahnya, dan juga memberikan hadiah berupa kertas-2 putih sisa dari tempat menjadi TDB yang dilukis dengan gambar benda-2 kesukaan ayahnya, senyum simpul aku melihatnya, digulungan kertas itu aku melihat gambar bola basket dan sepatu basket, yang memang merupakan kesukaan ayahnya itu.
Terima kasih sayang, atas perhatianmu dan kasih sayangmu kepada ayah dan ibu ya ;-)

Sambil berangkat ke tempat kerja, kubisikkan diva, nanti ibu pulang cepat ya supaya kita bisa kasih surprise buat ayah ;-), kita belikan ayah birthday cake kataku..usulanku ditolak..katanya ayah bilang tidak usah beli-2 kue, cukup kita bersyukur saja, tapi diva kemudian punya ide lain yang menurutnya bagus untuk hadiah ayah, yaitu sebuah handphone :-(, kutanggapi dengan gelengan kepala tanda aku tidak setuju untuk beli hadiah itu dan berusaha membujuknya untuk ikut denganku ke Cheese Factory Cake yang dekat dengan rumahku.
Akhirnya kami kesana, sore hari sepulang kerja, sambil jalan santai kami berdua begitu ceria untuk membelian sebuah birthday cake as a surprise for our love one...akhirnya jadi juga si ayah merasakan suasana bersyukur di rumah dengan dikelilingi oleh keluarganya yang gembira merayakannya, apalagi mama masak sambal daging dan kentang kesukaannya..mmm..mmm..benar-2 bahagia nih kayanya...

Happy Beloved Birthday!!!
May Allah bless us in every aspect of our life.
May we contribute the very best to our surroundings
and together we achieve SUCCESS in our LIFE, MIND, and WEALTHY.

Comments

Popular posts from this blog

Tes Tertulis Syarat untuk Masuk SDN Percontohan 15

Alhamdulillah selesai juga satu hari yang menegangkan dan pengalaman kami yang pertama sebagai orang tua ;-). Pengalaman ini patut saya share di blog pikirku semalam, sehingga ketika nanti jika adiknya Adiva ada dan kami mungkin perlu lagi mengulang kembali kejadian ini kami bisa lebih siap lagi mempersiapkan anak kami yang tahun ini InsyaAllah masuk ke tingkatan SD. SDN Percontohan 15 yang terletak di Tebet Timur sudah beberapa tahun ini menjadi sekolah favorite dan peminatnya selalu membludak. Hampir 200-300 anak ikut dalam seleksi masuk sekolah ini dan terpilih hanya 40 orang anak yang dianggap kompeten tidak hanya di pelajaran saja, juga dalam kemampuan verbal, sosialisasi dan kemandirian dalam menjalankan rutinitas kesehariannya. Tahun ini peminatnya agak sedikit, terlihat kemaren sewaktu berbaris sebelum masuk ke kelas masing-2 untuk memulai test, ada sekitar 140 orang anak yang hadir, asumsi saya mungkin seleksi awal dari kecukupan umur yang mesti 6 tahun per bulan Juli ini yang...

Dream Board of Tim ButikShaakira

Masih lanjutan dari acara nobar "Sang Pemimpi" yang lalu, saya memberikan selembar kertas kepada setiap karyawan. Menggali keyakinan mereka terhadap kekuatan impian dan juga untuk mengetahui apakah mereka juga berani bermimpi? Seluruh kertas sudah terkumpul, isinya berbeda-beda namun membuat saya senang, terharu dan bersyukur terhadap proses penggalian ini. Saya akan menempelkan seluruh kertas-kertas ini di dream board yang akan dibuat di ruang kerja tim Internet sebagai pemacu, pendorong, pengingat setiap impian masing-2 kami di tahun 2010. Hasil akhirnya mana ada yang tahu, yang penting jangan pernah berhenti bermimpi dan mengejar impian tersebut agar terwujud sehingga akhirnya kita akan merasa puas & bersyukur bahwa kita masih diberikan kesempatan oleh Allah untuk berani bermimpi. Berikut sekilas gambaran hasil akhirnya... ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Apakah arti sebuah impian untuk anda?  Rata-rata semua mengerti b...

Sebenarnya Berapa Lama Waktu yang Diperlukan Untuk Membentuk Kebiasaan Baru?

Kehidupan ini isinya pengulangan kebiasaan-kebiasaan yang berjalan secara terpaksa atau otomatis. Sejak bangun pagi hinggu kembali ke tempat tidur, kita dihadapkan pada pengambilan keputusan yang bergantian antara keputusan baik atau buruk yang mengantarkan kita pada kesimpulan apakah pada hari tersebut berakhir pada hari baik atau buruk. Dari buku Atomic Habits yang ditulis oleh James Clear, saya mendapati kesimpulan baru yaitu untuk mendapatkan kebiasaan, kuncinya adalah frekuensi pengulangan, bukan jumlah jam yang ditanamkan terhadap suatu kebiasaan tersebut & juga bukan mengejar kesempurnaan. Seperti ini gambaran yang saya dapatkan dari uraian yang tertera dalam Bab 11 tentang percobaan seorang guru besar di University of Florida yang membagi mahasiswa jurusan fotografinya menjadi dua kelompok, yaitu kelompok "kuantitas" dan "kualitas". Permainan dimulai dengan memberikan tugas selama satu semester kepada masing-masing kelompok. Kelompok "kuantitas...