Skip to main content

Keajaiban itu datang melalui TDA

Ah hari ini meluncurlah karimun ungu kami ke rumah P. Teguh dan mb. Tina, alhamdulillah silaturahmi lagi-2 membawa berkah ;-), insyaAllah jika telah berhasil dan putus urat malu saya, saya akan posting di blog ini betapa saya bersyukur bahwa saya dan suami bisa menemukan TDA dan bisa memiliki keluarga besar yang begitu hangat, mendukung dan penuh dengan semangat-2 yang sangat luar biasa.

TDA yang ajaib! ujarku dalam hati. Pertama kali bergabung dengan TDA saya terheran-2 dengan ucapan P. Hertanto saat itu yang bersedia memberi izin saya untuk menjadi reseller mainan edukatif nya yang terbuat dari kayu dan sangat laris itu :-), padahal saya baru bertemu beliau satu kali saja, bahkan saya tidak percaya dan keceplosan bertanya, "Bapak kan belum tahu dan kenal siapa saya pak, bagaimana bisa bapak percaya saya untuk membawa stok produk bapak untuk dijual di kios yang kami dapat di JACC saat itu?", Beliau tersenyum dan menjawab "dunia ini sempit doris, apalagi orang yang berdagang, jadi komitmen untuk menjaga nama baik dengan bersikap jujur, amanah adalah yang paling penting. Sekali saja kita berbuat tidak amanah, mungkin akan menjadi sulit buat kita dipercaya oleh orang lain/produsen lain"..hmm..hmm..aku mengangguk-2 tidak percaya dengan apa yang kudengar.

Belajar mempercayai orang dan memegang amanah dari orang lain memang harus terus dijunjung tinggi jika ingin terus menarik energi positif ke dalam hidup kita :-), seperti kata pepatah "Jika hewan yang kita pegang adalah ekornya, tapi jika manusia yang dipegang itu adalah kata-2nya". Pepatah kuno tapi sangat bermakna dalam kehidupan.

Salam,
Doris Nasution
0815-860 38 678

Comments

Popular posts from this blog

Tes Tertulis Syarat untuk Masuk SDN Percontohan 15

Alhamdulillah selesai juga satu hari yang menegangkan dan pengalaman kami yang pertama sebagai orang tua ;-). Pengalaman ini patut saya share di blog pikirku semalam, sehingga ketika nanti jika adiknya Adiva ada dan kami mungkin perlu lagi mengulang kembali kejadian ini kami bisa lebih siap lagi mempersiapkan anak kami yang tahun ini InsyaAllah masuk ke tingkatan SD. SDN Percontohan 15 yang terletak di Tebet Timur sudah beberapa tahun ini menjadi sekolah favorite dan peminatnya selalu membludak. Hampir 200-300 anak ikut dalam seleksi masuk sekolah ini dan terpilih hanya 40 orang anak yang dianggap kompeten tidak hanya di pelajaran saja, juga dalam kemampuan verbal, sosialisasi dan kemandirian dalam menjalankan rutinitas kesehariannya. Tahun ini peminatnya agak sedikit, terlihat kemaren sewaktu berbaris sebelum masuk ke kelas masing-2 untuk memulai test, ada sekitar 140 orang anak yang hadir, asumsi saya mungkin seleksi awal dari kecukupan umur yang mesti 6 tahun per bulan Juli ini yang...

Dream Board of Tim ButikShaakira

Masih lanjutan dari acara nobar "Sang Pemimpi" yang lalu, saya memberikan selembar kertas kepada setiap karyawan. Menggali keyakinan mereka terhadap kekuatan impian dan juga untuk mengetahui apakah mereka juga berani bermimpi? Seluruh kertas sudah terkumpul, isinya berbeda-beda namun membuat saya senang, terharu dan bersyukur terhadap proses penggalian ini. Saya akan menempelkan seluruh kertas-kertas ini di dream board yang akan dibuat di ruang kerja tim Internet sebagai pemacu, pendorong, pengingat setiap impian masing-2 kami di tahun 2010. Hasil akhirnya mana ada yang tahu, yang penting jangan pernah berhenti bermimpi dan mengejar impian tersebut agar terwujud sehingga akhirnya kita akan merasa puas & bersyukur bahwa kita masih diberikan kesempatan oleh Allah untuk berani bermimpi. Berikut sekilas gambaran hasil akhirnya... ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Apakah arti sebuah impian untuk anda?  Rata-rata semua mengerti b...

Sebenarnya Berapa Lama Waktu yang Diperlukan Untuk Membentuk Kebiasaan Baru?

Kehidupan ini isinya pengulangan kebiasaan-kebiasaan yang berjalan secara terpaksa atau otomatis. Sejak bangun pagi hinggu kembali ke tempat tidur, kita dihadapkan pada pengambilan keputusan yang bergantian antara keputusan baik atau buruk yang mengantarkan kita pada kesimpulan apakah pada hari tersebut berakhir pada hari baik atau buruk. Dari buku Atomic Habits yang ditulis oleh James Clear, saya mendapati kesimpulan baru yaitu untuk mendapatkan kebiasaan, kuncinya adalah frekuensi pengulangan, bukan jumlah jam yang ditanamkan terhadap suatu kebiasaan tersebut & juga bukan mengejar kesempurnaan. Seperti ini gambaran yang saya dapatkan dari uraian yang tertera dalam Bab 11 tentang percobaan seorang guru besar di University of Florida yang membagi mahasiswa jurusan fotografinya menjadi dua kelompok, yaitu kelompok "kuantitas" dan "kualitas". Permainan dimulai dengan memberikan tugas selama satu semester kepada masing-masing kelompok. Kelompok "kuantitas...