Skip to main content

Punya Kios, Mau Jualan Apa?

Pertanyaan itu terus datang dalam 2 hari ini..bingung juga ;-D, beberapa teman TDA aku minta untuk YM dan email meminta tips pun kukirim ke teman-2 yang masih amphibi dan sudah mengelola kios busana muslim. .beginilah enaknya kalau menjadi bagian dari komunitas yang berorientasi action, banyak sekali yang membantu memberikan tips...paling tidak sudah ada gambaran apa yang harus dilakukan ketika membuka kios untuk pertama kalinya hehe..

Ada sedikit menyelinap perasaan takut dan membuat perut ini kadang mules waktu membayangkan kios ini, tapi disisi lain kadang hati ini juga senang membayangkan proses perjalanan untuk menjadi real player dalam bisnis busana muslim...wow dahsyat, tidak pernah terbersit bisa menjadi pedagang beneran, apalagi selama ini pikirannya hanya kantor..kantor..dan kantor lagi..maklum masih anak bawang jadi semangat untuk memberikan kontribusi di kantor masih tinggi...Saya ingin lulus dari pelajaran "berdagang" ini dan InsyaAllah bisa menjadi bagian dari saluran rizki orang lain.

Memang tidak nyaman ya untuk MEMULAI segala sesuatunya, hmm,..harus bisa dilewati, YAKIN bisa, nanti tinggal MENGULANGI saja proses yang sama, InsyaAllah untuk toko yang ke-2, ke-3, ke-5, ke 9 dstnya..amin.

Salam,
Doris Nasution

nama kiosnya apa ya kira-2? ada yang mau kasih masukan..

Comments

alhamdullilah akhirnya jadi pedagang beneran nih hehehhehe didoain deh hope u can feel what i feel when i open my new klinik :)))))) , ada yang bisa dibantu ????????


mutia
Eka said…
Selamat ya mb ...
Saya juga suka baca blog mb ... mang lagi2 kita berada dalama 1 lingkaran yang saling menginspirasi dan memprovokasi. Sippp .... nanti kita sama2 lepas status TDB jadi TDA

Sukses sama kiosnya mb ...

Eka
http://www.pernik-unikdiary.blogspot.com

Popular posts from this blog

Tes Tertulis Syarat untuk Masuk SDN Percontohan 15

Alhamdulillah selesai juga satu hari yang menegangkan dan pengalaman kami yang pertama sebagai orang tua ;-). Pengalaman ini patut saya share di blog pikirku semalam, sehingga ketika nanti jika adiknya Adiva ada dan kami mungkin perlu lagi mengulang kembali kejadian ini kami bisa lebih siap lagi mempersiapkan anak kami yang tahun ini InsyaAllah masuk ke tingkatan SD. SDN Percontohan 15 yang terletak di Tebet Timur sudah beberapa tahun ini menjadi sekolah favorite dan peminatnya selalu membludak. Hampir 200-300 anak ikut dalam seleksi masuk sekolah ini dan terpilih hanya 40 orang anak yang dianggap kompeten tidak hanya di pelajaran saja, juga dalam kemampuan verbal, sosialisasi dan kemandirian dalam menjalankan rutinitas kesehariannya. Tahun ini peminatnya agak sedikit, terlihat kemaren sewaktu berbaris sebelum masuk ke kelas masing-2 untuk memulai test, ada sekitar 140 orang anak yang hadir, asumsi saya mungkin seleksi awal dari kecukupan umur yang mesti 6 tahun per bulan Juli ini yang...

Dream Board of Tim ButikShaakira

Masih lanjutan dari acara nobar "Sang Pemimpi" yang lalu, saya memberikan selembar kertas kepada setiap karyawan. Menggali keyakinan mereka terhadap kekuatan impian dan juga untuk mengetahui apakah mereka juga berani bermimpi? Seluruh kertas sudah terkumpul, isinya berbeda-beda namun membuat saya senang, terharu dan bersyukur terhadap proses penggalian ini. Saya akan menempelkan seluruh kertas-kertas ini di dream board yang akan dibuat di ruang kerja tim Internet sebagai pemacu, pendorong, pengingat setiap impian masing-2 kami di tahun 2010. Hasil akhirnya mana ada yang tahu, yang penting jangan pernah berhenti bermimpi dan mengejar impian tersebut agar terwujud sehingga akhirnya kita akan merasa puas & bersyukur bahwa kita masih diberikan kesempatan oleh Allah untuk berani bermimpi. Berikut sekilas gambaran hasil akhirnya... ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Apakah arti sebuah impian untuk anda?  Rata-rata semua mengerti b...

Sebenarnya Berapa Lama Waktu yang Diperlukan Untuk Membentuk Kebiasaan Baru?

Kehidupan ini isinya pengulangan kebiasaan-kebiasaan yang berjalan secara terpaksa atau otomatis. Sejak bangun pagi hinggu kembali ke tempat tidur, kita dihadapkan pada pengambilan keputusan yang bergantian antara keputusan baik atau buruk yang mengantarkan kita pada kesimpulan apakah pada hari tersebut berakhir pada hari baik atau buruk. Dari buku Atomic Habits yang ditulis oleh James Clear, saya mendapati kesimpulan baru yaitu untuk mendapatkan kebiasaan, kuncinya adalah frekuensi pengulangan, bukan jumlah jam yang ditanamkan terhadap suatu kebiasaan tersebut & juga bukan mengejar kesempurnaan. Seperti ini gambaran yang saya dapatkan dari uraian yang tertera dalam Bab 11 tentang percobaan seorang guru besar di University of Florida yang membagi mahasiswa jurusan fotografinya menjadi dua kelompok, yaitu kelompok "kuantitas" dan "kualitas". Permainan dimulai dengan memberikan tugas selama satu semester kepada masing-masing kelompok. Kelompok "kuantitas...