Skip to main content

Business Trip to Surabaya

Ah, tiga hari kemaren ditugaskan ke Surabaya, cabang tempat kerja sebagai TDB mau implementasi barang baru, hand-reader attendance dan aplikasi interfacenya...dengan sangat terpaksa berangkat juga :-( padahal di kios Shaakira sedang "pincang" dengan tidak adanya Ningrum, sang pegawai toko kami yang alhamdulillah memberikan kami pembelajaran menuju sukses menjadi TDA nanti :-).

Dengan business trip ini maka praktis Shaakira ditunggui oleh mama yang seharusnya berlaku sebagai pengontrol saja selama ini. Tidak tega sebenarnya, tentu capek sekali...dan BT karena harus menunggui kios heheh...apalagi ibadahnya menjadi berpindah tempat di kios..Mutia (adekku) pun ikutan berkorban jaga toko :-)

Liburan panjang kali ini, target mendapatkan pegawai baru lagi sudah kuniatkan dalam hati. InsyaAllah yang jauuuuh lebih baik dari sebelumnya. Amin.

Sewaktu di Surabaya, sempat terpikir dan kontak pak Rosihan untuk mampir ke Jombang/Mojokerto. Sayangnya waktu sangat mepet dan kesibukan setup tidak bisa di korting heheh...jadilah hanya sempat makan di Wapo Kayoon (Warung Pojok) yang oke banget itu, Rawon Setan yang terkenal banget juga dan ke Pasar Genteng...heheh...alhamdulillah..sampai di Jakarta dalam keadaan selamat, sehat dan semua urusan disana beres semua.

Dan alhamdulillah, menemukan satu supplier jilbab lagi dari Surabaya :-) tidak percaya juga "sambil menyelam minum air nih namanya" pikirku..memang namanya orang usaha jadi pikirannya tidak jauh-2 dari dagangan :-D

Via sms pun sudah konfirmasi untuk ikutan Tebet Fair dan akan tranfer DP nya hari ini...mohon doanya ya agar omset toko Shaakira bulan Juni ini melonjak menjadi 2.5 x nya dari bulan lalu, dan salah satu caranya adalah dengan ikutan Tebet fair yang akan berlangsung tanggal 23-24 Juni nanti.
So, c u there yaaaa and please shop..shop..shop at BIB stands !!!

Salam,
Doris Nasution
HP: 0815-860 38 678

Comments

Popular posts from this blog

Tes Tertulis Syarat untuk Masuk SDN Percontohan 15

Alhamdulillah selesai juga satu hari yang menegangkan dan pengalaman kami yang pertama sebagai orang tua ;-). Pengalaman ini patut saya share di blog pikirku semalam, sehingga ketika nanti jika adiknya Adiva ada dan kami mungkin perlu lagi mengulang kembali kejadian ini kami bisa lebih siap lagi mempersiapkan anak kami yang tahun ini InsyaAllah masuk ke tingkatan SD. SDN Percontohan 15 yang terletak di Tebet Timur sudah beberapa tahun ini menjadi sekolah favorite dan peminatnya selalu membludak. Hampir 200-300 anak ikut dalam seleksi masuk sekolah ini dan terpilih hanya 40 orang anak yang dianggap kompeten tidak hanya di pelajaran saja, juga dalam kemampuan verbal, sosialisasi dan kemandirian dalam menjalankan rutinitas kesehariannya. Tahun ini peminatnya agak sedikit, terlihat kemaren sewaktu berbaris sebelum masuk ke kelas masing-2 untuk memulai test, ada sekitar 140 orang anak yang hadir, asumsi saya mungkin seleksi awal dari kecukupan umur yang mesti 6 tahun per bulan Juli ini yang...

Dream Board of Tim ButikShaakira

Masih lanjutan dari acara nobar "Sang Pemimpi" yang lalu, saya memberikan selembar kertas kepada setiap karyawan. Menggali keyakinan mereka terhadap kekuatan impian dan juga untuk mengetahui apakah mereka juga berani bermimpi? Seluruh kertas sudah terkumpul, isinya berbeda-beda namun membuat saya senang, terharu dan bersyukur terhadap proses penggalian ini. Saya akan menempelkan seluruh kertas-kertas ini di dream board yang akan dibuat di ruang kerja tim Internet sebagai pemacu, pendorong, pengingat setiap impian masing-2 kami di tahun 2010. Hasil akhirnya mana ada yang tahu, yang penting jangan pernah berhenti bermimpi dan mengejar impian tersebut agar terwujud sehingga akhirnya kita akan merasa puas & bersyukur bahwa kita masih diberikan kesempatan oleh Allah untuk berani bermimpi. Berikut sekilas gambaran hasil akhirnya... ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Apakah arti sebuah impian untuk anda?  Rata-rata semua mengerti b...

Sebenarnya Berapa Lama Waktu yang Diperlukan Untuk Membentuk Kebiasaan Baru?

Kehidupan ini isinya pengulangan kebiasaan-kebiasaan yang berjalan secara terpaksa atau otomatis. Sejak bangun pagi hinggu kembali ke tempat tidur, kita dihadapkan pada pengambilan keputusan yang bergantian antara keputusan baik atau buruk yang mengantarkan kita pada kesimpulan apakah pada hari tersebut berakhir pada hari baik atau buruk. Dari buku Atomic Habits yang ditulis oleh James Clear, saya mendapati kesimpulan baru yaitu untuk mendapatkan kebiasaan, kuncinya adalah frekuensi pengulangan, bukan jumlah jam yang ditanamkan terhadap suatu kebiasaan tersebut & juga bukan mengejar kesempurnaan. Seperti ini gambaran yang saya dapatkan dari uraian yang tertera dalam Bab 11 tentang percobaan seorang guru besar di University of Florida yang membagi mahasiswa jurusan fotografinya menjadi dua kelompok, yaitu kelompok "kuantitas" dan "kualitas". Permainan dimulai dengan memberikan tugas selama satu semester kepada masing-masing kelompok. Kelompok "kuantitas...