Skip to main content

Bertanggung jawab atas bisnis sendiri

Ya, itu jawabannya! Saya memutuskan untuk memberikan fokus dan usaha 100% atas bisnis saya sendiri dan kemudian pasrah akan hasilnya, karena ada Allah yang lebih tahu mana yang terbaik bagi hambanya.

Harus bikin jadwal harian untuk mengurus keluarga, doing online biz dan manage/control offline biz on daily basis. Rooster harian. Wow, harus itu.

Ini bisnis saya, ini hidup saya, ini pilihan saya. Jadi harus konsiten dong ya menjalaninya, dan tidak ada yang harus disalah-2kan dong, kaya' anak kecil saja ;-). Kalau keputusan sudah diambil, benar, salah, untung, rugi, hasilnya tidak tahu kan, hanya prediksi, harapan, proses berdialog terus dengan Allah karena Dia yang paling tahu dan pastinya tetap semangat, usaha terus dan bertekad baja. Jadikan bisnis ini sebagai ladang amal dan ibadah kita kepada-Nya. InsyaAlllah.

Misi toko "Shaakira" yang sudah dideklarasikan sewaktu sharing di RM Wong Solo adalah:
1. Menjadi trend-setter keperluan muslimah yang up-to-date dan syar-' di Jakarta Selatan
2. Memberikan servis yang terbaik, fokus dan konsisten bagi semua customer
3. Menjadi yang terdepan dalam servis (jam operasi yang berbeda dgn sekitar, pilihan produk yang sesuai dengan target, proaktif menghubungi customer prioritas, dan kenyamanan dan pelayanan selama di toko).

Shaakira bukan bisnis biasa yang pasif dan menunggu calon pelanggan datang. Kami yang akan proaktif menjemput pelanggan, insyaAllah. This is serious business and will exist and be ahead for more than one hundred years ;-)...Amin.

Apakah kamu bersemangat pagi ini? Yaaaaaaaaa....and be positive always.

Salam,
Doris Nasution
Owner, "Shaakira"
Outlet Jilbab & Kerudung Pilihan
YM:dorisnst | 0815-86038678

n

Comments

a hundred year even more,.. i love it
dan terus semangat...



yassir

Popular posts from this blog

Tes Tertulis Syarat untuk Masuk SDN Percontohan 15

Alhamdulillah selesai juga satu hari yang menegangkan dan pengalaman kami yang pertama sebagai orang tua ;-). Pengalaman ini patut saya share di blog pikirku semalam, sehingga ketika nanti jika adiknya Adiva ada dan kami mungkin perlu lagi mengulang kembali kejadian ini kami bisa lebih siap lagi mempersiapkan anak kami yang tahun ini InsyaAllah masuk ke tingkatan SD. SDN Percontohan 15 yang terletak di Tebet Timur sudah beberapa tahun ini menjadi sekolah favorite dan peminatnya selalu membludak. Hampir 200-300 anak ikut dalam seleksi masuk sekolah ini dan terpilih hanya 40 orang anak yang dianggap kompeten tidak hanya di pelajaran saja, juga dalam kemampuan verbal, sosialisasi dan kemandirian dalam menjalankan rutinitas kesehariannya. Tahun ini peminatnya agak sedikit, terlihat kemaren sewaktu berbaris sebelum masuk ke kelas masing-2 untuk memulai test, ada sekitar 140 orang anak yang hadir, asumsi saya mungkin seleksi awal dari kecukupan umur yang mesti 6 tahun per bulan Juli ini yang...

Dream Board of Tim ButikShaakira

Masih lanjutan dari acara nobar "Sang Pemimpi" yang lalu, saya memberikan selembar kertas kepada setiap karyawan. Menggali keyakinan mereka terhadap kekuatan impian dan juga untuk mengetahui apakah mereka juga berani bermimpi? Seluruh kertas sudah terkumpul, isinya berbeda-beda namun membuat saya senang, terharu dan bersyukur terhadap proses penggalian ini. Saya akan menempelkan seluruh kertas-kertas ini di dream board yang akan dibuat di ruang kerja tim Internet sebagai pemacu, pendorong, pengingat setiap impian masing-2 kami di tahun 2010. Hasil akhirnya mana ada yang tahu, yang penting jangan pernah berhenti bermimpi dan mengejar impian tersebut agar terwujud sehingga akhirnya kita akan merasa puas & bersyukur bahwa kita masih diberikan kesempatan oleh Allah untuk berani bermimpi. Berikut sekilas gambaran hasil akhirnya... ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Apakah arti sebuah impian untuk anda?  Rata-rata semua mengerti b...

Sebenarnya Berapa Lama Waktu yang Diperlukan Untuk Membentuk Kebiasaan Baru?

Kehidupan ini isinya pengulangan kebiasaan-kebiasaan yang berjalan secara terpaksa atau otomatis. Sejak bangun pagi hinggu kembali ke tempat tidur, kita dihadapkan pada pengambilan keputusan yang bergantian antara keputusan baik atau buruk yang mengantarkan kita pada kesimpulan apakah pada hari tersebut berakhir pada hari baik atau buruk. Dari buku Atomic Habits yang ditulis oleh James Clear, saya mendapati kesimpulan baru yaitu untuk mendapatkan kebiasaan, kuncinya adalah frekuensi pengulangan, bukan jumlah jam yang ditanamkan terhadap suatu kebiasaan tersebut & juga bukan mengejar kesempurnaan. Seperti ini gambaran yang saya dapatkan dari uraian yang tertera dalam Bab 11 tentang percobaan seorang guru besar di University of Florida yang membagi mahasiswa jurusan fotografinya menjadi dua kelompok, yaitu kelompok "kuantitas" dan "kualitas". Permainan dimulai dengan memberikan tugas selama satu semester kepada masing-masing kelompok. Kelompok "kuantitas...