Skip to main content

Leverage : Klub Sahabat Shaakira (KSS)

Masih ingat kan tentang KSS alias Klub Sahabat Shaakira yang saya luncurkan di akhir November 2007. Alhamdulillah hingga hari ini jumlah member yang tercatat sudah 25 orang.

Dengan filter yang saya terapkan yaitu minimal sudah pernah belanja Rp. 500.000,- di toko jilbab Shaakira, maka mereka berhak mendapatkan kartu member yang sederhana untuk digunakan sebagai kartu identifikasi member yang berhak berbagai macam promo yang cukup menguntungkan.

Biaya membershipnya juga sangat terjangkau koq hanya Rp. 5.000,-/tahun. Tapi member harus terus berbelanja setiap bulannya. Tanpa ada nominal belanja ya. Yang penting selalu belanja setiap bulan, minimal 1 item. Sebagai bukti bahwa member tersebut loyal.

Jika tidak belanja, maka secara otomatis, kartu membernya menjadi expired dan harus lagi mengumpulkan nilai belanja Rp. 500.000,- agar mendapatkan privilege sebagai member Shaakira lagi.

Ohiya, setelah menjadi member, setiap belanja, nilai belanjanya akan dikonversi menjadi poin dengan ketentuan 1 poin = Rp. 10.000,- dan untuk setiap poin yang dikumpulkan dalam sebulan akan diakumulasi dan dikembalikan menjadi reward kepada member tersebut. Contohnya 25 poin mendapatkan bros kupu-kupu yang cantik :-) senilai 35 rb, 50 poin mendapatkan pashmina cantik senilai 55 rb dan 100 poin mendapatkan sebuah buku Jilbab Cantik karyanya Ratih Sang dan sebuah gelang manik cantik yang kalau di total nilainya berapa yah hehehe? Bingung saya.

Prestasinya untuk 2 bulan ini sangat terlihat. Misal nih sewaktu diluncurkan, hanya ada seorang member yang berbelanja sangat banyak, bahkan mencapai 50 poin dan tentu saja dia mendapatkan sebuah pashmina. Setelah hadiah diambil, saya pun membuat pengumuman ditoko mengucapkan selamat kepada ibu tersebut atas prestasinya di bulan Nov yang lalu. Pengumuman itu banyak memancing komentar dari customer yang lainnya.

"Eh, hadiah pashminanya kaya apa sih mbak?"

"Itu ibu dewi yang temen saya kan mbak?"

"wah enak juga yah jadi member, bisa dapet katalog MANET gratis". hehehe

Macam-2 komentarnya. Akibatnya jumlah member meningkat 100% nya dibulan Desember. Alhamdulillah. Walau belum sesuai target. Karena saya mentargetkan member Shaakira di tahun 2007 sudah mencapai 30 orang.

Nah di bulan Desember ada 7 orang member yang berhak mendapatkan hadiah rewardnya. 5 member mendapatkan bros kupu-kupu dan 2 member mendapatkan pashmina cantik. Belum ada yang menembus 100 poin berarti hadiah buku nya Ratih Sang belum tersentuh :)

Kelihatannya KSS sangat membantu omset Shaakira di bulan Desember 07, walaupun hujan mengguyur Jakarta, alhamdulillah hasilnya lebih tinggi dari bulan November 07. Jadi boleh dong saya menyimpulkan bahwa KSS saat ini sangat meleverage omset penjualan di outlet jilbab Shaakira.

Semoga di bulan Januari 08 ini juga menghasilkan perbaikan omset yang lebih meningkat lagi dibandingkan tahun sebelumnya. Yang pasti terus menerus berkreasi mencari penawaran yang terbaik bagi pelanggan. Itu yang harus terus digali, diujicobakan dan diukur hasilnya.

Salam,
Doris Nasution
Owner, "Shaakira"
Outlet Jilbab & Kerudung Pilihan
Tebet Barat, Jak-Sel
Email: dorisnst@yahoo.com | YM:dorisnst | HP:0815-86038678

NB: Saya minta karyawan di toko berusaha keras untuk mengingat nama customer. Karena itu juga menjadi salah satu kunci sukses juga loh. Kenal mereka dan tahu kebutuhan mereka akan membuat customer menjadi betah dan loyal. Karena ada hubungan emosional disana. Apalagi kalau memanggil nama customer tersebut dengan sopan dan hormat, wuih mantap rek. Jilbab yang biasa akan berubah menjadi LUAR BIASA. Hahaha, hiperbola ya saya. Mohon maaf kalau tidak percaya ya. Buktikan saja sendiri hasilnya :-) baru boleh komentar. Oke.

NB2 : Besok, hari Sabtu mau kulakan. Pengen ketemu juga sama pak haji sekalian silaturahmi. Sejak lebaran haji tidak kelihatan. Trus lanjut lihat launching salon Moz5 nya mbak Widya ahhh...


Comments

Popular posts from this blog

Tes Tertulis Syarat untuk Masuk SDN Percontohan 15

Alhamdulillah selesai juga satu hari yang menegangkan dan pengalaman kami yang pertama sebagai orang tua ;-). Pengalaman ini patut saya share di blog pikirku semalam, sehingga ketika nanti jika adiknya Adiva ada dan kami mungkin perlu lagi mengulang kembali kejadian ini kami bisa lebih siap lagi mempersiapkan anak kami yang tahun ini InsyaAllah masuk ke tingkatan SD. SDN Percontohan 15 yang terletak di Tebet Timur sudah beberapa tahun ini menjadi sekolah favorite dan peminatnya selalu membludak. Hampir 200-300 anak ikut dalam seleksi masuk sekolah ini dan terpilih hanya 40 orang anak yang dianggap kompeten tidak hanya di pelajaran saja, juga dalam kemampuan verbal, sosialisasi dan kemandirian dalam menjalankan rutinitas kesehariannya. Tahun ini peminatnya agak sedikit, terlihat kemaren sewaktu berbaris sebelum masuk ke kelas masing-2 untuk memulai test, ada sekitar 140 orang anak yang hadir, asumsi saya mungkin seleksi awal dari kecukupan umur yang mesti 6 tahun per bulan Juli ini yang...

Dream Board of Tim ButikShaakira

Masih lanjutan dari acara nobar "Sang Pemimpi" yang lalu, saya memberikan selembar kertas kepada setiap karyawan. Menggali keyakinan mereka terhadap kekuatan impian dan juga untuk mengetahui apakah mereka juga berani bermimpi? Seluruh kertas sudah terkumpul, isinya berbeda-beda namun membuat saya senang, terharu dan bersyukur terhadap proses penggalian ini. Saya akan menempelkan seluruh kertas-kertas ini di dream board yang akan dibuat di ruang kerja tim Internet sebagai pemacu, pendorong, pengingat setiap impian masing-2 kami di tahun 2010. Hasil akhirnya mana ada yang tahu, yang penting jangan pernah berhenti bermimpi dan mengejar impian tersebut agar terwujud sehingga akhirnya kita akan merasa puas & bersyukur bahwa kita masih diberikan kesempatan oleh Allah untuk berani bermimpi. Berikut sekilas gambaran hasil akhirnya... ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Apakah arti sebuah impian untuk anda?  Rata-rata semua mengerti b...

Sebenarnya Berapa Lama Waktu yang Diperlukan Untuk Membentuk Kebiasaan Baru?

Kehidupan ini isinya pengulangan kebiasaan-kebiasaan yang berjalan secara terpaksa atau otomatis. Sejak bangun pagi hinggu kembali ke tempat tidur, kita dihadapkan pada pengambilan keputusan yang bergantian antara keputusan baik atau buruk yang mengantarkan kita pada kesimpulan apakah pada hari tersebut berakhir pada hari baik atau buruk. Dari buku Atomic Habits yang ditulis oleh James Clear, saya mendapati kesimpulan baru yaitu untuk mendapatkan kebiasaan, kuncinya adalah frekuensi pengulangan, bukan jumlah jam yang ditanamkan terhadap suatu kebiasaan tersebut & juga bukan mengejar kesempurnaan. Seperti ini gambaran yang saya dapatkan dari uraian yang tertera dalam Bab 11 tentang percobaan seorang guru besar di University of Florida yang membagi mahasiswa jurusan fotografinya menjadi dua kelompok, yaitu kelompok "kuantitas" dan "kualitas". Permainan dimulai dengan memberikan tugas selama satu semester kepada masing-masing kelompok. Kelompok "kuantitas...