Skip to main content

Sulit Menjaga Konsistensi Stamina Untuk Menulis Blog


Akhir-akhir ini, semangat untuk menulis dan berbagi diblog semakin menipis saja bahkan cenderung menghilang. Berlindung di balik alasan sibuk menyambut meningkatnya jumlah transaksi yang harus ditangani melalui website Butik Shaakira juga di ke-3 toko lainnya memang yang paling tepat untuk menyelamatkan diri dari rasa malas, malu, bingung, mencari cerita menarik apalagi yang mau dishare disini :p

Keseharian di rumah menangani bisnis yang berbasiskan online sudah dinikmati sekali dan karena sudah terlalu biasa buat saya maka saya pun bingung menceritakan kenikmatan nya kepada dunia. Sejak melahirkan Aliyah, hampir 10 bulan yang lalu saya memang membatasi diri dari keluar rumah tanpa memikirkan masak-masak alasannya. Karena rasanya nikmat sekali menghabiskan waktu bersama bidadari mungil saya itu. Kedua bidadari yang diberikan saat ini sungguh mengisi penuh hari-hari saya di rumah.

Ah hidup saat ini, rasanya bahagia dan bersyukur. Tiada henti kata itu saya ucapkan dalam hati dan sesekali sambil menatap Yassir, saya pun berucap, sungguh kita harusnya sangat bersyukur karena bisa memiliki rasa bahagia senantiasa setiap hari.

Lebaran tahun 2009 ini jauh berbeda, saya tidaklagi keliaran di Tanah Abang karena keterbatasan waktu dan tenaga. Kalau keterbatasan modal seharusnya tidak usah dijadikan alasan lagih :) karena sebanyak berapa pun modal yang ditanam pasti rasanya kurang teruss. Produk-produk yang dijual di butik online saya semuanya datang dari supplier yang bisa dihubungi melalui YM, Telp dan Fax...alhamdulillah, mudah banget. Pengiriman barang menggunakan expedisi resmi hingga ojek langganan he he he yang penting barang sampai di rumah untuk di unpack, foto, tampil di web, dan dijual kepada customer.

Semuanya mudah, ringkas. Tentu saja kadang ada perhitungan yang meleset, menyimpan stok yang salah. Itulah resiko yang harus dihadapi oleh pebisnis seperti saya ini. Jika tidak dinikmati dan disyukuri bahwa setiap kejadian adalah proses menuju sesuatu yang pasti akan lebih lagi, maka saya harus berbuat apalagi. Kadang sesal datang dan akhirnya sadar mungkin terlalu berani / rakus menyimpan stok barang, yah saya tidak pintar menahan diri dan berhitung dengan tepat. Tapii adakalanya perhitungan lainnya juga tepat bahkan diluar dugaan.

Tahun depan insyaallah harus lebih matang lagi, kendalikan nafsu dan tetap optimis menyongsong rejeki yang halal lagi berlimpah dari-Nya.

Cerita tahun ini juga banyak sekali, bahkan ada yang suram juga :( hehe sambil tersenyum pahit lagi-lagi proses pembelajaran yang harus dilewati oleh saya dan Yassir. Buka toko dan kemudian mungkin tutup toko akan terjadi di tahun ini. Masih belum 100% yakin akan tutup toko offline, saat ini masih benar2 dipikirkan masak-2 mau lanjut terus atau pindah ke lokasi lain yang lebih menjanjikan. Faktor lokasi bagi toko offline tidak bisa dipungkiri lagi, wajib strategis dan mudah ditemukan oleh calon pembeli. Tentu saja lokasi strategis diikuti pula dengan beban biaya sewa yang tidak sedikit. Perhitungannya tidak bisa coret-coret saja harus ditimbang, dibolak-balik dan diukur kemungkinan tingkat keberhasilannya nanti jika dipindah ke tempat yang baru. Masih belum tahu.

Setelah lebaran, banyak pembenahan yang harus dilakukan, perlahan saja yang pasti saya harus sudah punya titik pencapaian apa yang ingin diraih oleh Butik Shaakira dalam rentang waktu 1 tahun ke depan, hingga saatnya lebaran tiba kembali. Semoga rapornya bagus dan memuaskan :) Amiin. Yang pasti hidup tidak untuk mengeluh dan mengaduh - kata bung WS Rendra almarhum. Mari kita bekerja, memberikan yang terbaik bagi diri, keluarga dan sebanyak-banyak ummat.

Salam,
Doris Nasution
YM: dorisnst | dorisnst@yahoo.com
Website : www.butikshaakira.com

Comments

Anonymous said…
mbak kalau nulis dah natural banget, mengalir, tulis aja yang terjadi atapun terbersit nggak usah terbebani harus nulis yang "wah" atau gimana gitu..

Popular posts from this blog

Tes Tertulis Syarat untuk Masuk SDN Percontohan 15

Alhamdulillah selesai juga satu hari yang menegangkan dan pengalaman kami yang pertama sebagai orang tua ;-). Pengalaman ini patut saya share di blog pikirku semalam, sehingga ketika nanti jika adiknya Adiva ada dan kami mungkin perlu lagi mengulang kembali kejadian ini kami bisa lebih siap lagi mempersiapkan anak kami yang tahun ini InsyaAllah masuk ke tingkatan SD. SDN Percontohan 15 yang terletak di Tebet Timur sudah beberapa tahun ini menjadi sekolah favorite dan peminatnya selalu membludak. Hampir 200-300 anak ikut dalam seleksi masuk sekolah ini dan terpilih hanya 40 orang anak yang dianggap kompeten tidak hanya di pelajaran saja, juga dalam kemampuan verbal, sosialisasi dan kemandirian dalam menjalankan rutinitas kesehariannya. Tahun ini peminatnya agak sedikit, terlihat kemaren sewaktu berbaris sebelum masuk ke kelas masing-2 untuk memulai test, ada sekitar 140 orang anak yang hadir, asumsi saya mungkin seleksi awal dari kecukupan umur yang mesti 6 tahun per bulan Juli ini yang...

Dream Board of Tim ButikShaakira

Masih lanjutan dari acara nobar "Sang Pemimpi" yang lalu, saya memberikan selembar kertas kepada setiap karyawan. Menggali keyakinan mereka terhadap kekuatan impian dan juga untuk mengetahui apakah mereka juga berani bermimpi? Seluruh kertas sudah terkumpul, isinya berbeda-beda namun membuat saya senang, terharu dan bersyukur terhadap proses penggalian ini. Saya akan menempelkan seluruh kertas-kertas ini di dream board yang akan dibuat di ruang kerja tim Internet sebagai pemacu, pendorong, pengingat setiap impian masing-2 kami di tahun 2010. Hasil akhirnya mana ada yang tahu, yang penting jangan pernah berhenti bermimpi dan mengejar impian tersebut agar terwujud sehingga akhirnya kita akan merasa puas & bersyukur bahwa kita masih diberikan kesempatan oleh Allah untuk berani bermimpi. Berikut sekilas gambaran hasil akhirnya... ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Apakah arti sebuah impian untuk anda?  Rata-rata semua mengerti b...

Sebenarnya Berapa Lama Waktu yang Diperlukan Untuk Membentuk Kebiasaan Baru?

Kehidupan ini isinya pengulangan kebiasaan-kebiasaan yang berjalan secara terpaksa atau otomatis. Sejak bangun pagi hinggu kembali ke tempat tidur, kita dihadapkan pada pengambilan keputusan yang bergantian antara keputusan baik atau buruk yang mengantarkan kita pada kesimpulan apakah pada hari tersebut berakhir pada hari baik atau buruk. Dari buku Atomic Habits yang ditulis oleh James Clear, saya mendapati kesimpulan baru yaitu untuk mendapatkan kebiasaan, kuncinya adalah frekuensi pengulangan, bukan jumlah jam yang ditanamkan terhadap suatu kebiasaan tersebut & juga bukan mengejar kesempurnaan. Seperti ini gambaran yang saya dapatkan dari uraian yang tertera dalam Bab 11 tentang percobaan seorang guru besar di University of Florida yang membagi mahasiswa jurusan fotografinya menjadi dua kelompok, yaitu kelompok "kuantitas" dan "kualitas". Permainan dimulai dengan memberikan tugas selama satu semester kepada masing-masing kelompok. Kelompok "kuantitas...