Skip to main content

Ambil Kendali Nasib Diri Sendiri

Terinspirasi dari tulisan pak Roni Yuzirman yang berjudul "Hidup Jangan Lurus-Lurus Aja" akhirnya tergugah untuk mencoba menulis juga ah tentang hal yang nyerempet tentang ambil risiko dalam hidup.

Beliau memang 'kompor'. Sejak tahun 2006 saya ikuti blog nya. Setiap membaca postingan terbarunya panas rasanya kepala saya untuk segera melakukan action juga. Khas TDA, "Take Action Now and Miracles Will Happen". Harus saya akui, keputusan untuk menjadi seorang Tangan Di Atas dan mandiri menciptakan usaha sendiri saat dulu memang sangat dipengaruhi oleh milis Tangan Di Atas yang saya ikuti.

Tak pernah menyesal sedetik pun mengarungi dunia usaha sejak keputusan mandiri tersebut diambil. Alhamdulillah. Jiwa semakin kuat dan sikap menerima dan bertanggung jawab untuk memperjuangkan keputusan terus diasah dan dipertebal setiap harinya. Berbeda ketika masih ngantor dulu, sikap mengeluh sangat kental dirasakan setiap hari.Semuanya yang berkelimpahan masih di rasa kurang. Gaji yang besar, bonus yang banyak tidak menghalangi saya untuk keluar dari zona nyaman saat itu.

Jiwa muda mencari tantangan demi tantangan. Step by step. Level by Level. Semuanya demi memuaskan rasa haus menguasai diri dan perjalanan hidup. Berani mengambil kendali atas nasib diri sendiri dan keluarga ini. Perjalanan ini belum (dan mungkin tidak akan) berhenti. Karena saya sangat menikmati setiap detik prosesnya.

"Jangan Hidup Biasa-Biasa Saja". Karena dunia ini ternyata punya banyak warna dan pembelajaran. Dan nikmati hidup yang lebih asyik lagi dan lagi :)

 Salam,

Doris Nasution I'm @ home, making money and grow my personality ;-)
YM: dorisnst | dorisnst@yahoo.com | www.dorisnasution.com
Mau cari busana muslim & kerudung terbaru ? disini tempatnya www.ButikShaakira.com
Mau mendapatkan penghasilan dari bisnis online? ini yang paling tepat ada duitnya www.BisnisImpianBunda.com

Comments

Popular posts from this blog

Tes Tertulis Syarat untuk Masuk SDN Percontohan 15

Alhamdulillah selesai juga satu hari yang menegangkan dan pengalaman kami yang pertama sebagai orang tua ;-). Pengalaman ini patut saya share di blog pikirku semalam, sehingga ketika nanti jika adiknya Adiva ada dan kami mungkin perlu lagi mengulang kembali kejadian ini kami bisa lebih siap lagi mempersiapkan anak kami yang tahun ini InsyaAllah masuk ke tingkatan SD. SDN Percontohan 15 yang terletak di Tebet Timur sudah beberapa tahun ini menjadi sekolah favorite dan peminatnya selalu membludak. Hampir 200-300 anak ikut dalam seleksi masuk sekolah ini dan terpilih hanya 40 orang anak yang dianggap kompeten tidak hanya di pelajaran saja, juga dalam kemampuan verbal, sosialisasi dan kemandirian dalam menjalankan rutinitas kesehariannya. Tahun ini peminatnya agak sedikit, terlihat kemaren sewaktu berbaris sebelum masuk ke kelas masing-2 untuk memulai test, ada sekitar 140 orang anak yang hadir, asumsi saya mungkin seleksi awal dari kecukupan umur yang mesti 6 tahun per bulan Juli ini yang...

Dream Board of Tim ButikShaakira

Masih lanjutan dari acara nobar "Sang Pemimpi" yang lalu, saya memberikan selembar kertas kepada setiap karyawan. Menggali keyakinan mereka terhadap kekuatan impian dan juga untuk mengetahui apakah mereka juga berani bermimpi? Seluruh kertas sudah terkumpul, isinya berbeda-beda namun membuat saya senang, terharu dan bersyukur terhadap proses penggalian ini. Saya akan menempelkan seluruh kertas-kertas ini di dream board yang akan dibuat di ruang kerja tim Internet sebagai pemacu, pendorong, pengingat setiap impian masing-2 kami di tahun 2010. Hasil akhirnya mana ada yang tahu, yang penting jangan pernah berhenti bermimpi dan mengejar impian tersebut agar terwujud sehingga akhirnya kita akan merasa puas & bersyukur bahwa kita masih diberikan kesempatan oleh Allah untuk berani bermimpi. Berikut sekilas gambaran hasil akhirnya... ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Apakah arti sebuah impian untuk anda?  Rata-rata semua mengerti b...

Sebenarnya Berapa Lama Waktu yang Diperlukan Untuk Membentuk Kebiasaan Baru?

Kehidupan ini isinya pengulangan kebiasaan-kebiasaan yang berjalan secara terpaksa atau otomatis. Sejak bangun pagi hinggu kembali ke tempat tidur, kita dihadapkan pada pengambilan keputusan yang bergantian antara keputusan baik atau buruk yang mengantarkan kita pada kesimpulan apakah pada hari tersebut berakhir pada hari baik atau buruk. Dari buku Atomic Habits yang ditulis oleh James Clear, saya mendapati kesimpulan baru yaitu untuk mendapatkan kebiasaan, kuncinya adalah frekuensi pengulangan, bukan jumlah jam yang ditanamkan terhadap suatu kebiasaan tersebut & juga bukan mengejar kesempurnaan. Seperti ini gambaran yang saya dapatkan dari uraian yang tertera dalam Bab 11 tentang percobaan seorang guru besar di University of Florida yang membagi mahasiswa jurusan fotografinya menjadi dua kelompok, yaitu kelompok "kuantitas" dan "kualitas". Permainan dimulai dengan memberikan tugas selama satu semester kepada masing-masing kelompok. Kelompok "kuantitas...