Skip to main content

Anak-anak belajar make-up

Buah hati saya, adiva dan aliyah penasaran banget dengan perlengkapan beauty demo ibunya. Maklum kotak make-up berwarna hitam itu kerap saya bawa setiap ada panggilan beauty demo dari  downline2 yang memerlukan perlengkapan milik saya. Alat-alat make-up hasil mengumpulkan setiap bulan hihi saya memang mencicil produk2 tsbt agar ketika beauty demo saya sudah punya gearnya.


 
-aliyah-

Akhirnya, minggu pagi kemarin kami bergembira ria membongkar isi tas make-up itu dan mulailah saya merelakan beberapa eye-shadow dan lipstik dicoba oleh kedua anak-anak yang cantik ini. 

-adiva-

Enjoy dan mau diulangi lagi, celetuk sang kakak, Adiva. Yah mungkin saja Adiva dan Aliyah nanti bisa mewarisi bisnis salon kecantikan yang dulu pernah dirintis oleh neneknya di daerah Bukit Duri, Jakarta Selatan. "Salon Doris", itu nama salon sang nenek dulu :) hihi, meskipun sekarang sudah tidak ada lagi, tapi salon tersebut sudah sangat membantu mama untuk melanjutkan hidupnya secara mandiri. Alhamdulillah. 





Anak-anakku yang tersayang :)...tak akan pernah bosan ibu ungkapkan betapa ayah dan ibu sangat mencintai kalian. Semoga kalian tumbuh menjadi pribadi yang positif, berkemampuan dan juga mandiri.

Minggu pagi ini kita telah melakukan kegiatan yang special bersama-sama dirumah. Bahagia rasanya melihat ekspresi riang kalian berdua. Hangat dan nyaman rasanya dada ibu menemani kalian dikamar. Nanti kita ulangi lagi ya sayang :) dan jangan lupa wujudkan kembali bisnis salon kecantikan nenek yah ! hihihi...tetepppp ujung2nya bisnis...qeqeqeq


Salam,

Doris Nasution I'm @ home, making money and grow my personality ;-)
YM: dorisnst | dorisnst@yahoo.com | www.dorisnasution.com
Mau cari busana muslim & kerudung terbaru ? disini tempatnya www.ButikShaakira.com
Mau mendapatkan penghasilan dari bisnis online? ini yang paling tepat ada duitnya www.BisnisImpianBunda.com

Comments

Popular posts from this blog

Tes Tertulis Syarat untuk Masuk SDN Percontohan 15

Alhamdulillah selesai juga satu hari yang menegangkan dan pengalaman kami yang pertama sebagai orang tua ;-). Pengalaman ini patut saya share di blog pikirku semalam, sehingga ketika nanti jika adiknya Adiva ada dan kami mungkin perlu lagi mengulang kembali kejadian ini kami bisa lebih siap lagi mempersiapkan anak kami yang tahun ini InsyaAllah masuk ke tingkatan SD. SDN Percontohan 15 yang terletak di Tebet Timur sudah beberapa tahun ini menjadi sekolah favorite dan peminatnya selalu membludak. Hampir 200-300 anak ikut dalam seleksi masuk sekolah ini dan terpilih hanya 40 orang anak yang dianggap kompeten tidak hanya di pelajaran saja, juga dalam kemampuan verbal, sosialisasi dan kemandirian dalam menjalankan rutinitas kesehariannya. Tahun ini peminatnya agak sedikit, terlihat kemaren sewaktu berbaris sebelum masuk ke kelas masing-2 untuk memulai test, ada sekitar 140 orang anak yang hadir, asumsi saya mungkin seleksi awal dari kecukupan umur yang mesti 6 tahun per bulan Juli ini yang...

Dream Board of Tim ButikShaakira

Masih lanjutan dari acara nobar "Sang Pemimpi" yang lalu, saya memberikan selembar kertas kepada setiap karyawan. Menggali keyakinan mereka terhadap kekuatan impian dan juga untuk mengetahui apakah mereka juga berani bermimpi? Seluruh kertas sudah terkumpul, isinya berbeda-beda namun membuat saya senang, terharu dan bersyukur terhadap proses penggalian ini. Saya akan menempelkan seluruh kertas-kertas ini di dream board yang akan dibuat di ruang kerja tim Internet sebagai pemacu, pendorong, pengingat setiap impian masing-2 kami di tahun 2010. Hasil akhirnya mana ada yang tahu, yang penting jangan pernah berhenti bermimpi dan mengejar impian tersebut agar terwujud sehingga akhirnya kita akan merasa puas & bersyukur bahwa kita masih diberikan kesempatan oleh Allah untuk berani bermimpi. Berikut sekilas gambaran hasil akhirnya... ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Apakah arti sebuah impian untuk anda?  Rata-rata semua mengerti b...

Sebenarnya Berapa Lama Waktu yang Diperlukan Untuk Membentuk Kebiasaan Baru?

Kehidupan ini isinya pengulangan kebiasaan-kebiasaan yang berjalan secara terpaksa atau otomatis. Sejak bangun pagi hinggu kembali ke tempat tidur, kita dihadapkan pada pengambilan keputusan yang bergantian antara keputusan baik atau buruk yang mengantarkan kita pada kesimpulan apakah pada hari tersebut berakhir pada hari baik atau buruk. Dari buku Atomic Habits yang ditulis oleh James Clear, saya mendapati kesimpulan baru yaitu untuk mendapatkan kebiasaan, kuncinya adalah frekuensi pengulangan, bukan jumlah jam yang ditanamkan terhadap suatu kebiasaan tersebut & juga bukan mengejar kesempurnaan. Seperti ini gambaran yang saya dapatkan dari uraian yang tertera dalam Bab 11 tentang percobaan seorang guru besar di University of Florida yang membagi mahasiswa jurusan fotografinya menjadi dua kelompok, yaitu kelompok "kuantitas" dan "kualitas". Permainan dimulai dengan memberikan tugas selama satu semester kepada masing-masing kelompok. Kelompok "kuantitas...