Skip to main content

Benarkah Bisnis Networking Menciptakan Leader Tangguh?

Menjadi leader atau pemimpin di bisnis jaringan ini sulit tapi mudah sekaligus.

Perlu proses dan kematangan jiwa..hi..hi tuwir banget deh kesannya :)

Kita diperlukan untuk memiliki karakter seorang pemimpin:

Yang tahu kemana tujuannya
Yang tegas dan keras hati keinginannya
Yang lembut dan menjadi payung untuk jaringannya
Yang tenang sekaligus mampu memberikan solusi untuk semua masalah di grupnya
Yang tidak menyudutkan pihak lain
Yang memeluk semuanya dengan hati, etnis apapun, agama apapun, tingkat sosial apapun, latar belakang apapun,
Yang membuat damai jiwa orang-orang yang dipimpinnya
Yang tahu kapan menunjukan sikap tegas ke dalam jaringannya ataupun keluar jaringannya
Yang menjadi kawan semua orang di dalam jaringannya
Yang mau terus belajar dan mengajar
Yang menjunjung tinggi kejujuran sepahit apapun itu, penuh integritas dan memiliki pikiran bahwa setelah dunia ini masih ada waktu pertanggungjawaban kita masing-masing makhluk-Nya nanti :)
Yang siap mengarungi masa senang dan susah hi..hi kaya mau nikah aja nih ;-)

Saya langsung ngaca... saya masih jauh dari semua hal yang disebutkan diatas...Refleksi, evaluasi dan terus melangkah...

To be a great leader
To leave a legacy for my children - Adiva and Aliyah
To become a person that have a lot of contribution

It is hard
Real hard
But you have to start it with very clear purpose
Don't wait too long
Don't over analyzing
Just learn to become a great leader yet honest and humble
And keep going on to enjoy the process

Wassalam,

Doris Nasution - I'm @ home, making money and grow my personality ;-)
YM: dorisnst | Blog : www.dorisnasution.com | 0858-14158018
Mau cari busana muslim & kerudung terbaru ? disini tempatnya www.ButikShaakira.com
Mau mendapatkan penghasilan dari bisnis online? ini yang paling tepat ada duitnya www.BisnisImpianBunda.com

Comments

Popular posts from this blog

Tes Tertulis Syarat untuk Masuk SDN Percontohan 15

Alhamdulillah selesai juga satu hari yang menegangkan dan pengalaman kami yang pertama sebagai orang tua ;-). Pengalaman ini patut saya share di blog pikirku semalam, sehingga ketika nanti jika adiknya Adiva ada dan kami mungkin perlu lagi mengulang kembali kejadian ini kami bisa lebih siap lagi mempersiapkan anak kami yang tahun ini InsyaAllah masuk ke tingkatan SD. SDN Percontohan 15 yang terletak di Tebet Timur sudah beberapa tahun ini menjadi sekolah favorite dan peminatnya selalu membludak. Hampir 200-300 anak ikut dalam seleksi masuk sekolah ini dan terpilih hanya 40 orang anak yang dianggap kompeten tidak hanya di pelajaran saja, juga dalam kemampuan verbal, sosialisasi dan kemandirian dalam menjalankan rutinitas kesehariannya. Tahun ini peminatnya agak sedikit, terlihat kemaren sewaktu berbaris sebelum masuk ke kelas masing-2 untuk memulai test, ada sekitar 140 orang anak yang hadir, asumsi saya mungkin seleksi awal dari kecukupan umur yang mesti 6 tahun per bulan Juli ini yang...

Dream Board of Tim ButikShaakira

Masih lanjutan dari acara nobar "Sang Pemimpi" yang lalu, saya memberikan selembar kertas kepada setiap karyawan. Menggali keyakinan mereka terhadap kekuatan impian dan juga untuk mengetahui apakah mereka juga berani bermimpi? Seluruh kertas sudah terkumpul, isinya berbeda-beda namun membuat saya senang, terharu dan bersyukur terhadap proses penggalian ini. Saya akan menempelkan seluruh kertas-kertas ini di dream board yang akan dibuat di ruang kerja tim Internet sebagai pemacu, pendorong, pengingat setiap impian masing-2 kami di tahun 2010. Hasil akhirnya mana ada yang tahu, yang penting jangan pernah berhenti bermimpi dan mengejar impian tersebut agar terwujud sehingga akhirnya kita akan merasa puas & bersyukur bahwa kita masih diberikan kesempatan oleh Allah untuk berani bermimpi. Berikut sekilas gambaran hasil akhirnya... ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Apakah arti sebuah impian untuk anda?  Rata-rata semua mengerti b...

Sebenarnya Berapa Lama Waktu yang Diperlukan Untuk Membentuk Kebiasaan Baru?

Kehidupan ini isinya pengulangan kebiasaan-kebiasaan yang berjalan secara terpaksa atau otomatis. Sejak bangun pagi hinggu kembali ke tempat tidur, kita dihadapkan pada pengambilan keputusan yang bergantian antara keputusan baik atau buruk yang mengantarkan kita pada kesimpulan apakah pada hari tersebut berakhir pada hari baik atau buruk. Dari buku Atomic Habits yang ditulis oleh James Clear, saya mendapati kesimpulan baru yaitu untuk mendapatkan kebiasaan, kuncinya adalah frekuensi pengulangan, bukan jumlah jam yang ditanamkan terhadap suatu kebiasaan tersebut & juga bukan mengejar kesempurnaan. Seperti ini gambaran yang saya dapatkan dari uraian yang tertera dalam Bab 11 tentang percobaan seorang guru besar di University of Florida yang membagi mahasiswa jurusan fotografinya menjadi dua kelompok, yaitu kelompok "kuantitas" dan "kualitas". Permainan dimulai dengan memberikan tugas selama satu semester kepada masing-masing kelompok. Kelompok "kuantitas...