Skip to main content

Wiken with Happy Feet 2 And Kemiri

Nonton bareng di Pejaten Village, horrey :)
Alhamdulillah Aliyah berhasil nonton sampai akhir meski
gelisah karena kacamata 3D nya melorot melulu.
Kenapa yaa gak disediakan kacamata khusus anak2.
Sigh bayar mahal tapi gak puas dia.
Mari cari DVD nya biar puas nonton lagi dirumah.

Moral film ini buanyak...beneran lebih banyak dibandingkan
yang pertama dulu.



Satu karakter yang kuat nempel dibenak saya adalah si 'The Mighty Sven'
If you will it , it will be yours, katanya berulang-ulang. Nancep deh dikepala.

Juga si dua udang, will and bill itu ternyata juga bawa pesan moral yang dalem.
Never give up to get what you want :)

Mumble yang menjadi bintang, keluar sebagai seorang ayah yang juara, dan berhasil
membuat anaknya Eric bangga. Ia juga berhasil menyatukan bangsanya supaya bisa
keluar dari perangkap longsoran salju. Sikap Mumble yang menghormati dan menyayangi
Anjing laut yang pada awalnya begitu sombong dan mau menang sendiri patut dijadikan contoh.

Kemenangan di film Happy Feet itu terlihat ketika mereka saling menghargai dan bekerja-sama.
Yes, it will work for all of us too.
Coba deh tonton filmnya, bagussss


Sebelum nonton, kami makan dulu di Kemiri.
Enak suasananya, rileks dan bikin perut kenyang.



Lain kali meeting disini kayanya asyik ;-)




Wassalam,

Doris Nasution - I'm @ home, making money and grow my personality ;-)
YM: dorisnst | Blog : www.dorisnasution.com | 0858-14158018
Mau cari busana muslim & kerudung terbaru ? disini tempatnya www.ButikShaakira.com
Mau mendapatkan penghasilan dari bisnis online? ini yang paling tepat ada duitnya www.BisnisImpianBunda.com

Comments

Popular posts from this blog

Tes Tertulis Syarat untuk Masuk SDN Percontohan 15

Alhamdulillah selesai juga satu hari yang menegangkan dan pengalaman kami yang pertama sebagai orang tua ;-). Pengalaman ini patut saya share di blog pikirku semalam, sehingga ketika nanti jika adiknya Adiva ada dan kami mungkin perlu lagi mengulang kembali kejadian ini kami bisa lebih siap lagi mempersiapkan anak kami yang tahun ini InsyaAllah masuk ke tingkatan SD. SDN Percontohan 15 yang terletak di Tebet Timur sudah beberapa tahun ini menjadi sekolah favorite dan peminatnya selalu membludak. Hampir 200-300 anak ikut dalam seleksi masuk sekolah ini dan terpilih hanya 40 orang anak yang dianggap kompeten tidak hanya di pelajaran saja, juga dalam kemampuan verbal, sosialisasi dan kemandirian dalam menjalankan rutinitas kesehariannya. Tahun ini peminatnya agak sedikit, terlihat kemaren sewaktu berbaris sebelum masuk ke kelas masing-2 untuk memulai test, ada sekitar 140 orang anak yang hadir, asumsi saya mungkin seleksi awal dari kecukupan umur yang mesti 6 tahun per bulan Juli ini yang...

Dream Board of Tim ButikShaakira

Masih lanjutan dari acara nobar "Sang Pemimpi" yang lalu, saya memberikan selembar kertas kepada setiap karyawan. Menggali keyakinan mereka terhadap kekuatan impian dan juga untuk mengetahui apakah mereka juga berani bermimpi? Seluruh kertas sudah terkumpul, isinya berbeda-beda namun membuat saya senang, terharu dan bersyukur terhadap proses penggalian ini. Saya akan menempelkan seluruh kertas-kertas ini di dream board yang akan dibuat di ruang kerja tim Internet sebagai pemacu, pendorong, pengingat setiap impian masing-2 kami di tahun 2010. Hasil akhirnya mana ada yang tahu, yang penting jangan pernah berhenti bermimpi dan mengejar impian tersebut agar terwujud sehingga akhirnya kita akan merasa puas & bersyukur bahwa kita masih diberikan kesempatan oleh Allah untuk berani bermimpi. Berikut sekilas gambaran hasil akhirnya... ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Apakah arti sebuah impian untuk anda?  Rata-rata semua mengerti b...

Sebenarnya Berapa Lama Waktu yang Diperlukan Untuk Membentuk Kebiasaan Baru?

Kehidupan ini isinya pengulangan kebiasaan-kebiasaan yang berjalan secara terpaksa atau otomatis. Sejak bangun pagi hinggu kembali ke tempat tidur, kita dihadapkan pada pengambilan keputusan yang bergantian antara keputusan baik atau buruk yang mengantarkan kita pada kesimpulan apakah pada hari tersebut berakhir pada hari baik atau buruk. Dari buku Atomic Habits yang ditulis oleh James Clear, saya mendapati kesimpulan baru yaitu untuk mendapatkan kebiasaan, kuncinya adalah frekuensi pengulangan, bukan jumlah jam yang ditanamkan terhadap suatu kebiasaan tersebut & juga bukan mengejar kesempurnaan. Seperti ini gambaran yang saya dapatkan dari uraian yang tertera dalam Bab 11 tentang percobaan seorang guru besar di University of Florida yang membagi mahasiswa jurusan fotografinya menjadi dua kelompok, yaitu kelompok "kuantitas" dan "kualitas". Permainan dimulai dengan memberikan tugas selama satu semester kepada masing-masing kelompok. Kelompok "kuantitas...