Skip to main content

Banyak Nyawa Dalam Bisnis Ini

Salah satu nyawa yang sangat penting dari bisnis Oriflame ini adalah ME-REK-RUT.
Sejak awal saya sudah sadar akan hal itu. Namanya saja bisnis Multi Level Marketing (MLM) tentu saja keahlian merekrut harus dipertebal. Yang tadinya tidak bisa sharing  cerita tentang Oriflame. Mau tidak mau saya memaksa diri untuk harus menceritakan. Tentu saja dengan tujuan semakin banyak yang bergabung dijaringan saya.

Emangnya nyawa lainnya apaan Ris?
Begitu tanya teman saya. 
Jawab saya kunci berhasilnya dalam bisnis apapun termasuk bisnis MLM adalah:
~ Menggunakan produknya dan sharing manfaat
~ Mengajarkan orang lain yang bergabung untuk melakukan hal yang sama
~ Terus dan selalu haus untuk belajar ilmu-ilmu terkait
~ Konsisten tanpa kenal musim apapun juga. Mau ada promo keren atau ga ada promo, mau ada badai Out of Stock ataupun kurir yang mandek, mau ada keribetan mengurusi tetek bengek administrasi, business have to run everyday! 24 hours times 7. No excuses at all. Persepsi kita terhadap bisnis ini sangat relevant dengan jumlah bonus yang kita terima.


So kalau mau bisnismu berkelanjutan, jangan melupakan nyawa-nyawa dari bisnismu yah.
Dan selamat menikmati rahasia bisnis berumur panjang :)



Regards,
Doris Nasution 0821 23 979 058 | www.DorisNasution.com | PIN BB : 27FF92E4 | twitter: @dorisnst

Comments

Popular posts from this blog

Tes Tertulis Syarat untuk Masuk SDN Percontohan 15

Alhamdulillah selesai juga satu hari yang menegangkan dan pengalaman kami yang pertama sebagai orang tua ;-). Pengalaman ini patut saya share di blog pikirku semalam, sehingga ketika nanti jika adiknya Adiva ada dan kami mungkin perlu lagi mengulang kembali kejadian ini kami bisa lebih siap lagi mempersiapkan anak kami yang tahun ini InsyaAllah masuk ke tingkatan SD. SDN Percontohan 15 yang terletak di Tebet Timur sudah beberapa tahun ini menjadi sekolah favorite dan peminatnya selalu membludak. Hampir 200-300 anak ikut dalam seleksi masuk sekolah ini dan terpilih hanya 40 orang anak yang dianggap kompeten tidak hanya di pelajaran saja, juga dalam kemampuan verbal, sosialisasi dan kemandirian dalam menjalankan rutinitas kesehariannya. Tahun ini peminatnya agak sedikit, terlihat kemaren sewaktu berbaris sebelum masuk ke kelas masing-2 untuk memulai test, ada sekitar 140 orang anak yang hadir, asumsi saya mungkin seleksi awal dari kecukupan umur yang mesti 6 tahun per bulan Juli ini yang...

Dream Board of Tim ButikShaakira

Masih lanjutan dari acara nobar "Sang Pemimpi" yang lalu, saya memberikan selembar kertas kepada setiap karyawan. Menggali keyakinan mereka terhadap kekuatan impian dan juga untuk mengetahui apakah mereka juga berani bermimpi? Seluruh kertas sudah terkumpul, isinya berbeda-beda namun membuat saya senang, terharu dan bersyukur terhadap proses penggalian ini. Saya akan menempelkan seluruh kertas-kertas ini di dream board yang akan dibuat di ruang kerja tim Internet sebagai pemacu, pendorong, pengingat setiap impian masing-2 kami di tahun 2010. Hasil akhirnya mana ada yang tahu, yang penting jangan pernah berhenti bermimpi dan mengejar impian tersebut agar terwujud sehingga akhirnya kita akan merasa puas & bersyukur bahwa kita masih diberikan kesempatan oleh Allah untuk berani bermimpi. Berikut sekilas gambaran hasil akhirnya... ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Apakah arti sebuah impian untuk anda?  Rata-rata semua mengerti b...

Sebenarnya Berapa Lama Waktu yang Diperlukan Untuk Membentuk Kebiasaan Baru?

Kehidupan ini isinya pengulangan kebiasaan-kebiasaan yang berjalan secara terpaksa atau otomatis. Sejak bangun pagi hinggu kembali ke tempat tidur, kita dihadapkan pada pengambilan keputusan yang bergantian antara keputusan baik atau buruk yang mengantarkan kita pada kesimpulan apakah pada hari tersebut berakhir pada hari baik atau buruk. Dari buku Atomic Habits yang ditulis oleh James Clear, saya mendapati kesimpulan baru yaitu untuk mendapatkan kebiasaan, kuncinya adalah frekuensi pengulangan, bukan jumlah jam yang ditanamkan terhadap suatu kebiasaan tersebut & juga bukan mengejar kesempurnaan. Seperti ini gambaran yang saya dapatkan dari uraian yang tertera dalam Bab 11 tentang percobaan seorang guru besar di University of Florida yang membagi mahasiswa jurusan fotografinya menjadi dua kelompok, yaitu kelompok "kuantitas" dan "kualitas". Permainan dimulai dengan memberikan tugas selama satu semester kepada masing-masing kelompok. Kelompok "kuantitas...