Skip to main content

Belajar Bersabar

Postingan pertama di tahun 2009 ini, saya ingin sekali perlahan mengurangi stres dan belajar melakukan pekerjaan satu-demi-satu, tidak multi-tasking seperti biasanya. Biasanya banyak hal bisa saya lakukan dalam waktu yang sama; makan sambil baca buku atau melihat sms order yang masuk, membalas sms sambil meng-upload gambar di website www.butikshaakira.com sambil aktif menjawab pertanyaan customer via YM. Belum lagi terkadang musti menjawab pertanyaan dari Naning atau Nita, staf yang fulltime mengurusi semua orderan yang masuk melalui website setiap harinya. Pokoknya sibuk, tamak untuk menyelesaikan sebanyak-banyak urusan dalam satu hari.

Belajar sabar, sambil membulatkan kembali tujuan akhir dari setiap hari yang dilalui sejak bergelut dengan dunia usaha ini sebenarnya apa. Seringnya saya tergesa-gesa ketika melaksanakan sholat, belum lagi lewat waktu ataupun mepet sesaat sebelum waktu sholat selanjutnya. Duh Tuhan, padahal semua kenikmatan dan keberlimpahan yang diberikan hingga hari ini adalah dari-Mu, kenapa saya seakan lupa dan terlena dengan kesibukan harian yang saya jalani dirumah. Sibuk mengelola usaha-usaha dan keluarga.

Bagaimana bisa merasakan bangga, puas dan bahagia kalau diakhir hari setelah menerima laporan penjualan dari masing-masing toko, saya pun melakukan muhasabah diri, berapa banyak kelalaian waktu sholat yang saya lakukan di hari ini :( Kapan saya akan mengaji kembali? Kapan saya akan berdiam lebih lama lagi mengucapkan hamdalah setiap berakhirnya sholat-sholat wajib saya, zikir, zikir, zikir. Pingin insyaf nih ceritanya, meluruskan kembali niatan berbisnis dan memperbaiki kualitas beribadah kepada Allah SWT.

Menjadi pribadi yang lebih baik lagi, lebih alim lagi, melaksanakan semua kewajiban-kewajiban seorang muslimah dengan lebih lagi. Karena buat apa mengejar semua sukses, keberlimpahan dan keberhasilan tercapainya semua resolusi-resolusi yang dibuat tanpa didasari dengan niatan beribadah kepada Tuhan agar bahagia sekarang dan Nanti. Buat Apa?


Salam,
Doris Nasution
Owner, "Shaakira"
Email: dorisnst@yahoo.com | YM:dorisnst

Bisnis saya :
1. Outlet Jilbab & Kerudung Pilihan (Kerudung El-Zoya, Jilbab Permata, Jilbab Rabbani, Jilbab Maiara, Jilbab Munajah Cinta TAAJ, Jilbab Munajah Cinta Pasmira, Jilbab Kartina, Baju Anak Dannis, Baju Anak Keke, Koko Preview, Baju Renang Muslimah SAMIRA), telp : 021-929-780-86. Jl. Tebet Barat IX No. 23 (kios ke-4), Jkt, 12810.

2. Butik Shaakira Bunda (Busana Muslim MANET, Busana Muslim AZKA, Busana Muslim ANNISA dan beberapa produk busana muslim pilihan branded lainnya), telp : 021-703 23 787, Jl. Tebet Barat IX No. 23 (kios ke-2), Jkt, 12810.

3. Order online jilbab dan busana muslim grosir atau eceran
Website : www.butikshaakira.com, telp/SMS : 021-950-909-69, HP:0815-86038678
,
email : cs_butikshaakira@yahoo.com

4. Rumah Kerudung Zoya - Jakarta Selatan, mencari Agen dan member untuk produk jilbab Zoya yang ekslusif dan terbuat dari bahan terbaik seperti Lycra Import, Tissue, Chiffon dll. ITC Kuningan - Casablanca, Lt. 4 Blok D10/06. HP:0815-86038678
Untuk agen : Diskon 25 % untuk pembelanjaan awal Rp. 2.500.000,- net
Untuk member : Diskon 10% untuk pembelanjaan awal
Rp. 500.000,- net

Comments

Popular posts from this blog

Tes Tertulis Syarat untuk Masuk SDN Percontohan 15

Alhamdulillah selesai juga satu hari yang menegangkan dan pengalaman kami yang pertama sebagai orang tua ;-). Pengalaman ini patut saya share di blog pikirku semalam, sehingga ketika nanti jika adiknya Adiva ada dan kami mungkin perlu lagi mengulang kembali kejadian ini kami bisa lebih siap lagi mempersiapkan anak kami yang tahun ini InsyaAllah masuk ke tingkatan SD. SDN Percontohan 15 yang terletak di Tebet Timur sudah beberapa tahun ini menjadi sekolah favorite dan peminatnya selalu membludak. Hampir 200-300 anak ikut dalam seleksi masuk sekolah ini dan terpilih hanya 40 orang anak yang dianggap kompeten tidak hanya di pelajaran saja, juga dalam kemampuan verbal, sosialisasi dan kemandirian dalam menjalankan rutinitas kesehariannya. Tahun ini peminatnya agak sedikit, terlihat kemaren sewaktu berbaris sebelum masuk ke kelas masing-2 untuk memulai test, ada sekitar 140 orang anak yang hadir, asumsi saya mungkin seleksi awal dari kecukupan umur yang mesti 6 tahun per bulan Juli ini yang...

Dream Board of Tim ButikShaakira

Masih lanjutan dari acara nobar "Sang Pemimpi" yang lalu, saya memberikan selembar kertas kepada setiap karyawan. Menggali keyakinan mereka terhadap kekuatan impian dan juga untuk mengetahui apakah mereka juga berani bermimpi? Seluruh kertas sudah terkumpul, isinya berbeda-beda namun membuat saya senang, terharu dan bersyukur terhadap proses penggalian ini. Saya akan menempelkan seluruh kertas-kertas ini di dream board yang akan dibuat di ruang kerja tim Internet sebagai pemacu, pendorong, pengingat setiap impian masing-2 kami di tahun 2010. Hasil akhirnya mana ada yang tahu, yang penting jangan pernah berhenti bermimpi dan mengejar impian tersebut agar terwujud sehingga akhirnya kita akan merasa puas & bersyukur bahwa kita masih diberikan kesempatan oleh Allah untuk berani bermimpi. Berikut sekilas gambaran hasil akhirnya... ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Apakah arti sebuah impian untuk anda?  Rata-rata semua mengerti b...

Hari Pendidikan 1 Mei Dirayakan Seperti Apa?

Halo, Selamat Pagi :-) Bertemu lagi dengan tulisan baru hari ini. Ingin sekali menuangkan pemikiran tentang hari pendidikan nasional yang dirayakan kemarin, tanggal 1 Mei. Sudah sejauh mana hasil pendidikan kita ? Ah, rasanya terlalu sedih melihat hasil outputnya hari ini. Ketidakjelasan datangnya dari pemerintah. Belum ada blue print yang jelas. Lah wong setiap 5 tahun sekali berganti kebijakan dan akhirnya menimbulkan kebingungan bagi para pengajar dan murid-muridnya.  Apa sebenarnya tujuan pendidikan nasional kita? Menurut UU No 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional, pasal 3, tujuan pendidikan kita adalah mencerdaskan bangsa dengan mengembangkan potensi pelajar agar menjadi orang yang cerdas, beriman, bertakwa, berakhlak mulia, sehat, cakap, kreatif, mandiri dan tentunya bertanggung jawab. Apakah tujuan tersebut sanggup kita capai dengan cara model pendidikan lama? Dimana pola tersebut fokusnya mungkin hanya di sekitar menghapal dan sekedar tahu permukaannya saja, dan...