Skip to main content

Hamdallah Kepada-Nya

Celetukan kata-2 terucap dari orang yang saya kasihi, "Apa pun yang kamu minta kepada-Nya selalu diberi, Allah sayang sekali ya kepada kamu.". Tercenung mendengarkan kata-2 itu bagai kan tersihir untuk kembali bersyukur atas segala-2 nya yang diberikan Allah kepadaku. Rasanya Allah selalu baik kepadaku walaupun perintah dan kewajiban-Nya banyak yang aku lalaikan.

Apakah dengan melalaikan pernitah-Nya adalah wujud dari rasa syukurku kepada-Nya? Jika saja berkerudung dan berbusana tertutup bisa menjadi salah satu bentuk ungkapan syukur dan pemenuhan kewajiban yang belum sempurna aku jalankan, alangkah mudah dan ringannya permintaan-Nya itu dibandingkan semua rizki, nikmat yang telah diberikan-Nya. Bersyukur hati ini telah diberikan petunjuk untuk mulai berkerudung dan berbusana tertutup, tidak bisa ditunda lagi, walaupun kadang terbersit kekhawatiran bahwa suatu saat rasa menyerah dan keinginan untuk membuka kerudung kembali akan datang. Kuserahkan kembali semuanya persoalan itu kepada-Nya. Semoga hati ini dijaga untuk tetap istiqomah dan konsisten untuk menjaga nikmat ini. Amin.

Alhamdulillah, setelah melalui dan menggunakan kerudung selama 10 hari ini ;-) tidak ada kesulitan yang dulu pernah saya bayangkan. Bahkan sangat nyaman karena mungkin ini sudah panggilan kata hati untuk segera menutup aurat. Terima kasih kepada suamiku, anakku Adiva Shakira, dan kedua orang tuaku yang selalu mensupport dan percaya bahwa semangat yang berkobar didalam diri ini adalah karena ingin mengharap ridha Allah SWT semata...dimana rizki yang kita inginkan itu akan mengikuti setiap langkah kita. Amin.

Terima kasih ya Allah atas segala kemudahan yang telah Engkau berikan pada kami selama ini, jadikan kami selalu bersyukur atas segala Nikmat-Mu ini dan jauhkan dari kami perasaan takabur atas segala nikmat ini. Amin.

Salam,
Doris Nasution

Comments

Popular posts from this blog

Tes Tertulis Syarat untuk Masuk SDN Percontohan 15

Alhamdulillah selesai juga satu hari yang menegangkan dan pengalaman kami yang pertama sebagai orang tua ;-). Pengalaman ini patut saya share di blog pikirku semalam, sehingga ketika nanti jika adiknya Adiva ada dan kami mungkin perlu lagi mengulang kembali kejadian ini kami bisa lebih siap lagi mempersiapkan anak kami yang tahun ini InsyaAllah masuk ke tingkatan SD. SDN Percontohan 15 yang terletak di Tebet Timur sudah beberapa tahun ini menjadi sekolah favorite dan peminatnya selalu membludak. Hampir 200-300 anak ikut dalam seleksi masuk sekolah ini dan terpilih hanya 40 orang anak yang dianggap kompeten tidak hanya di pelajaran saja, juga dalam kemampuan verbal, sosialisasi dan kemandirian dalam menjalankan rutinitas kesehariannya. Tahun ini peminatnya agak sedikit, terlihat kemaren sewaktu berbaris sebelum masuk ke kelas masing-2 untuk memulai test, ada sekitar 140 orang anak yang hadir, asumsi saya mungkin seleksi awal dari kecukupan umur yang mesti 6 tahun per bulan Juli ini yang...

Dream Board of Tim ButikShaakira

Masih lanjutan dari acara nobar "Sang Pemimpi" yang lalu, saya memberikan selembar kertas kepada setiap karyawan. Menggali keyakinan mereka terhadap kekuatan impian dan juga untuk mengetahui apakah mereka juga berani bermimpi? Seluruh kertas sudah terkumpul, isinya berbeda-beda namun membuat saya senang, terharu dan bersyukur terhadap proses penggalian ini. Saya akan menempelkan seluruh kertas-kertas ini di dream board yang akan dibuat di ruang kerja tim Internet sebagai pemacu, pendorong, pengingat setiap impian masing-2 kami di tahun 2010. Hasil akhirnya mana ada yang tahu, yang penting jangan pernah berhenti bermimpi dan mengejar impian tersebut agar terwujud sehingga akhirnya kita akan merasa puas & bersyukur bahwa kita masih diberikan kesempatan oleh Allah untuk berani bermimpi. Berikut sekilas gambaran hasil akhirnya... ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Apakah arti sebuah impian untuk anda?  Rata-rata semua mengerti b...

Sebenarnya Berapa Lama Waktu yang Diperlukan Untuk Membentuk Kebiasaan Baru?

Kehidupan ini isinya pengulangan kebiasaan-kebiasaan yang berjalan secara terpaksa atau otomatis. Sejak bangun pagi hinggu kembali ke tempat tidur, kita dihadapkan pada pengambilan keputusan yang bergantian antara keputusan baik atau buruk yang mengantarkan kita pada kesimpulan apakah pada hari tersebut berakhir pada hari baik atau buruk. Dari buku Atomic Habits yang ditulis oleh James Clear, saya mendapati kesimpulan baru yaitu untuk mendapatkan kebiasaan, kuncinya adalah frekuensi pengulangan, bukan jumlah jam yang ditanamkan terhadap suatu kebiasaan tersebut & juga bukan mengejar kesempurnaan. Seperti ini gambaran yang saya dapatkan dari uraian yang tertera dalam Bab 11 tentang percobaan seorang guru besar di University of Florida yang membagi mahasiswa jurusan fotografinya menjadi dua kelompok, yaitu kelompok "kuantitas" dan "kualitas". Permainan dimulai dengan memberikan tugas selama satu semester kepada masing-masing kelompok. Kelompok "kuantitas...