Skip to main content

Shaakira capai penjualan tertinggi

Alhamdulillah di hari ke-10 ini outlet Jilbab dan Kerudung Shaakira capai penjualan sesuai itung-2an BEP dan margin yang layak (saya sendiri bingung dimana ya coret-2an itungan saya itu)..heheh...tapi seinget saya jika setiap hari transaksi di toko kami ini minimal Rp. xxx.xxx rb/hari dan konsisten seperti itu setiap harinya maka cicilan utang ke bank, biaya operasional dan margin yang didapat cukup bisa membuat saya tersenyum dan semakin yakin bahwa langkah menjadi full TDA di akhir tahun ini akan segera terwujud.

Tidak bermaksud riya karena ini semua adalah rizki dan nikmat-Nya, outlet kami berhasil mencapai target itu, walaupun penyumbang terbesar bukan jilbab dan kerudung, tapi malahan mukena lukis dan sarung tangan sholat lukis :-) dan itupun juga didominasi oleh pencapaian melalui penjualan online :-). Bagaimanapun caranya kami sangat-2 bersyukur atas nikmat ini. Amin.

Sepintas saya pantau, penjualan Permata Tipe 1, 3, 4 dan 6 sangat tinggi di outlet Shaakira.
Itu membuat saya harus sering-2 belanja ke outlet Jilbab Permata dan ternyata untuk tipe 7 yang bermotif kurang disuakai target market saya di tebet ini.

Ada lagi pengalaman yang saya alami sewaktu menunggui kios sepulang kantor dan membuat saya kemudian menyimpulkan, bahwa saya tidak usah menunggui outlet jika pegawai saya ada di sana. Alasannya begini:

Pertama
Pembeli tahu saya pemilik outlet ini (entah bagaimana caranya saya tidak tahu, mungkin asumsi mereka saja ya), dan mereka langsung menawar barang-2 kepada saya dan agak maksa kalau menurut saya. Padahal di outlet sudah harga pas dan saya usahakan masih harga promosi sehingga masih lebih murah dari toko-2 sejenis di pasar tebet barat misalnya. Tapi memang wanita ya tidak puas dan merasa menang jika tidak menawar. Jadi tadi malem, agak sedikit capek juga menahan untuk konsisten bahwa barang-2 saya tidak bisa ditawar...akhirnya saya mengalah dan memberikan potongan 10% bagi seorang pelanggan yang sangat tangguh menawarnya :-). Kalau pegawai saya tidak akan memberikan potongan seribu rupiah pun karena dia tahu bakalan kena tegur jika hal itu terjadi tanpa pengawasan saya atau mama yang sesekali kontrol ke outlet.

Kedua
Pembeli malahan ingin titip jual barang-2 mereka di outlet saya ini..hehe..saya pusing juga. Tidak saya tolak tapi saya sebutkan saya akan menyeleksi ketat produk apa yang bisa di titip jual di outlet Shaakira ini. Selain karena alasan kami belum punya rak stok (saat ini stok yang ada kami sembunyikan di balik display baju-2 hehe) dan masalah keamanan yang harus diperketat lagi jika semakin banyak barang. Padahal saat ini pegawai outlet baru satu orang saja.

Ini hari terakhir saya menunggui outlet, saya hanya akan mampir kesana sepulang kantor untuk kontrol dan kemudian pulang ke rumah untuk istirahat, sholat magrib dan makan. Baru kemudian jam 7 malam berangkat lagi untuk menutup outlet.

Perjalanan ini sungguh terasa menggembirakan, dan saya sebenernya juga pingin menghadiri pembukaan outlet Rabbani yang ke-5 milik pak Hadi Kuntoro dan Mas Yoyok di Wonosobo tanggal 20 Mei 2007 nanti. Ada yang mau barengan...kita observasi dan studi banding disana...yok...yok..jalan...

Salam,
Doris Nasution

Comments

Popular posts from this blog

Tes Tertulis Syarat untuk Masuk SDN Percontohan 15

Alhamdulillah selesai juga satu hari yang menegangkan dan pengalaman kami yang pertama sebagai orang tua ;-). Pengalaman ini patut saya share di blog pikirku semalam, sehingga ketika nanti jika adiknya Adiva ada dan kami mungkin perlu lagi mengulang kembali kejadian ini kami bisa lebih siap lagi mempersiapkan anak kami yang tahun ini InsyaAllah masuk ke tingkatan SD. SDN Percontohan 15 yang terletak di Tebet Timur sudah beberapa tahun ini menjadi sekolah favorite dan peminatnya selalu membludak. Hampir 200-300 anak ikut dalam seleksi masuk sekolah ini dan terpilih hanya 40 orang anak yang dianggap kompeten tidak hanya di pelajaran saja, juga dalam kemampuan verbal, sosialisasi dan kemandirian dalam menjalankan rutinitas kesehariannya. Tahun ini peminatnya agak sedikit, terlihat kemaren sewaktu berbaris sebelum masuk ke kelas masing-2 untuk memulai test, ada sekitar 140 orang anak yang hadir, asumsi saya mungkin seleksi awal dari kecukupan umur yang mesti 6 tahun per bulan Juli ini yang...

Dream Board of Tim ButikShaakira

Masih lanjutan dari acara nobar "Sang Pemimpi" yang lalu, saya memberikan selembar kertas kepada setiap karyawan. Menggali keyakinan mereka terhadap kekuatan impian dan juga untuk mengetahui apakah mereka juga berani bermimpi? Seluruh kertas sudah terkumpul, isinya berbeda-beda namun membuat saya senang, terharu dan bersyukur terhadap proses penggalian ini. Saya akan menempelkan seluruh kertas-kertas ini di dream board yang akan dibuat di ruang kerja tim Internet sebagai pemacu, pendorong, pengingat setiap impian masing-2 kami di tahun 2010. Hasil akhirnya mana ada yang tahu, yang penting jangan pernah berhenti bermimpi dan mengejar impian tersebut agar terwujud sehingga akhirnya kita akan merasa puas & bersyukur bahwa kita masih diberikan kesempatan oleh Allah untuk berani bermimpi. Berikut sekilas gambaran hasil akhirnya... ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Apakah arti sebuah impian untuk anda?  Rata-rata semua mengerti b...

Hari Pendidikan 1 Mei Dirayakan Seperti Apa?

Halo, Selamat Pagi :-) Bertemu lagi dengan tulisan baru hari ini. Ingin sekali menuangkan pemikiran tentang hari pendidikan nasional yang dirayakan kemarin, tanggal 1 Mei. Sudah sejauh mana hasil pendidikan kita ? Ah, rasanya terlalu sedih melihat hasil outputnya hari ini. Ketidakjelasan datangnya dari pemerintah. Belum ada blue print yang jelas. Lah wong setiap 5 tahun sekali berganti kebijakan dan akhirnya menimbulkan kebingungan bagi para pengajar dan murid-muridnya.  Apa sebenarnya tujuan pendidikan nasional kita? Menurut UU No 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional, pasal 3, tujuan pendidikan kita adalah mencerdaskan bangsa dengan mengembangkan potensi pelajar agar menjadi orang yang cerdas, beriman, bertakwa, berakhlak mulia, sehat, cakap, kreatif, mandiri dan tentunya bertanggung jawab. Apakah tujuan tersebut sanggup kita capai dengan cara model pendidikan lama? Dimana pola tersebut fokusnya mungkin hanya di sekitar menghapal dan sekedar tahu permukaannya saja, dan...