Skip to main content

Urgent! Cash Register & Aplikasi Inventory di Toko Shaakira :-)

Keinginan untuk memiliki sistem kontrol inventory dan cash register di toko Shaakira bukannya tanpa alasan :-) dan untuk gaya-gayaan. Dalam 28 hari ini, toko Shaakira sudah berjalan dan saya sudah mulai bisa membaca kebiasaan beberapa pelanggan setia di toko kami ini. Alasan utama diperlukannya sistem kontrol dengan menggunakan software (yang setelah dipelajari mungkin akan mulai dengan software Omset dari rulisoft) ini sebenernya untuk membuat standar kode produk-2 kami yang dari hari ke hari semakin bertambah banyak, dan untuk kemudahan traking atau perhitungan ulang stok barang yang lebih akurat lagi. Tapi yang paling membuat saya merasakan tingkat urgent yang sangat tinggi sebenarnya adalah kebiasaan calon pembeli yang ngotot tawar menawar harga di tempat kami padahal sudah disebutkan berulang kali bahwa produk-2 kami ini dijual dengan harga pas.

Pengalaman kemaren yang diceritakan ulang oleh pegawai saya, Ningrum, memang membuat saya semakin gemas saja dan akhirnya nyerah ya memang begitu tipikal calon pembeli kami yang dominan seorang wanita/ibu-2 :-). Singkat cerita, ada seorang ibu yang belanja satu buah blus muslimah dan jilbab manik kupu-2 dengan harga Rp. 118 rb. Menurut pengakuannya dia sudah belanja tiga kali ke toko kami ini dan tidak pernah mendapatkan potongan harga sama sekali. Ceritanya kali ini dia nuntut untuk mendapatkan potongan harga dan meletakkan selembar uang Rp. 100 rb. Ningrum langsung menjelaskan dan menolak uang tsbt bahwa harganya tidak bisa kurang lagi. Adu argumen terjadi dan ditutup dengan pemaksaan sang ibu yang membayar Rp. 110 rb untuk kedua barang tsbt. Akhirnya ibu tsbt menang dan bisa mendapatkan potongan harga 8 rb rupiah :-((

Saya yang menerima laporan tersebut gemas sekali dengan calon pembeli seperti itu dan berusaha mencari jalan agar hal-2 seperti ini tidak lagi terjadi di toko kami. Saya tidak menyalahkan siapa pun karena hal-2 seperti itu pernah juga saya alami sendiri ketika menjaga toko Shaakira pada hari Senin, 21-05-7 yang lalu. Dengan sikap tegas dan konsisten tidak ada seorang pun calon pembeli yang saya beri pengurangan harga tapi sebaliknya saya bahkan menawarkan hadiah gratis bros cantik yang sudah saya siapkan untuk pembelian minimal Rp. 100 rb dan berlaku kelipatan...Alhamdulillah tidak terjadi adu argumen, ngotot-2 an pada hari itu.

InsyaAllah, pada hari minggu ini akan mulai dipasang sebuah pc dengan software Omset. Data entry akan dikebut pada hari Sabtunya...apakah sehari bisa selesai inventory stok semuanya...saya tidak tahu..tapi itu tujuan saya dan ini sifatnya adalah urgent dan high priority :-)...dengan adanya software dan pencatatan komputerisasi, argumentasi dan tawar menawar dari calon pembeli bisa ditekan, cukup dengan mengatakan "Wah, maaf bu, harganya sudah ada di komputer!", argumentasi pun bisa dipatahkan dengan mudah...dan keakuratan jumlah barang yang bisa ditraking pun akan semakin presisi.

Comments

Popular posts from this blog

Tes Tertulis Syarat untuk Masuk SDN Percontohan 15

Alhamdulillah selesai juga satu hari yang menegangkan dan pengalaman kami yang pertama sebagai orang tua ;-). Pengalaman ini patut saya share di blog pikirku semalam, sehingga ketika nanti jika adiknya Adiva ada dan kami mungkin perlu lagi mengulang kembali kejadian ini kami bisa lebih siap lagi mempersiapkan anak kami yang tahun ini InsyaAllah masuk ke tingkatan SD. SDN Percontohan 15 yang terletak di Tebet Timur sudah beberapa tahun ini menjadi sekolah favorite dan peminatnya selalu membludak. Hampir 200-300 anak ikut dalam seleksi masuk sekolah ini dan terpilih hanya 40 orang anak yang dianggap kompeten tidak hanya di pelajaran saja, juga dalam kemampuan verbal, sosialisasi dan kemandirian dalam menjalankan rutinitas kesehariannya. Tahun ini peminatnya agak sedikit, terlihat kemaren sewaktu berbaris sebelum masuk ke kelas masing-2 untuk memulai test, ada sekitar 140 orang anak yang hadir, asumsi saya mungkin seleksi awal dari kecukupan umur yang mesti 6 tahun per bulan Juli ini yang...

Dream Board of Tim ButikShaakira

Masih lanjutan dari acara nobar "Sang Pemimpi" yang lalu, saya memberikan selembar kertas kepada setiap karyawan. Menggali keyakinan mereka terhadap kekuatan impian dan juga untuk mengetahui apakah mereka juga berani bermimpi? Seluruh kertas sudah terkumpul, isinya berbeda-beda namun membuat saya senang, terharu dan bersyukur terhadap proses penggalian ini. Saya akan menempelkan seluruh kertas-kertas ini di dream board yang akan dibuat di ruang kerja tim Internet sebagai pemacu, pendorong, pengingat setiap impian masing-2 kami di tahun 2010. Hasil akhirnya mana ada yang tahu, yang penting jangan pernah berhenti bermimpi dan mengejar impian tersebut agar terwujud sehingga akhirnya kita akan merasa puas & bersyukur bahwa kita masih diberikan kesempatan oleh Allah untuk berani bermimpi. Berikut sekilas gambaran hasil akhirnya... ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Apakah arti sebuah impian untuk anda?  Rata-rata semua mengerti b...

Sebenarnya Berapa Lama Waktu yang Diperlukan Untuk Membentuk Kebiasaan Baru?

Kehidupan ini isinya pengulangan kebiasaan-kebiasaan yang berjalan secara terpaksa atau otomatis. Sejak bangun pagi hinggu kembali ke tempat tidur, kita dihadapkan pada pengambilan keputusan yang bergantian antara keputusan baik atau buruk yang mengantarkan kita pada kesimpulan apakah pada hari tersebut berakhir pada hari baik atau buruk. Dari buku Atomic Habits yang ditulis oleh James Clear, saya mendapati kesimpulan baru yaitu untuk mendapatkan kebiasaan, kuncinya adalah frekuensi pengulangan, bukan jumlah jam yang ditanamkan terhadap suatu kebiasaan tersebut & juga bukan mengejar kesempurnaan. Seperti ini gambaran yang saya dapatkan dari uraian yang tertera dalam Bab 11 tentang percobaan seorang guru besar di University of Florida yang membagi mahasiswa jurusan fotografinya menjadi dua kelompok, yaitu kelompok "kuantitas" dan "kualitas". Permainan dimulai dengan memberikan tugas selama satu semester kepada masing-masing kelompok. Kelompok "kuantitas...