Skip to main content

Luruskan Niat, Kenapa mau jadi TDA?

Pergulatan demi pergulatan di dalam hati semakin kuat menarik, menimbang dan diakhiri dengan pertanyaan "Apa benar kamu merasa sudah waktunya untuk segera memajukan diri dan mengambil peluang-2 yang lewat di depan mata dengan lebih serius dan tidak sampingan lagi?" Kenapa tidak menunggu satu tahun lagi atau paling tidak sampai kamu sudah memiliki 3 buah toko? Kenapa kamu minta disegerakan lagi waktunya kepada Allah agar impian dan cita-cita mu untuk menjadi seorang yang Tangan Di Atas seperti deklarasimu melalui diari online ini tercapai di akhir tahun 2007 ini?...

Padahal kenyataannya belum genap 2 bulan kamu mencoba menjalankan bisnis jilbab dan kerudung ini. Padahal ini semua bisa terwujud 100% bukan dari uang tabungan mu sendiri, melainkan hasil pinjaman dari Bank. Padahal dalam waktu yang sangat singkat ini baru 2 bulan, keuangan bisnis masih naik turun dan tidak "begitu bersih" dalam pencatatan dan penyetoran ke bank setiap harinya. Apa mau nekat???

Persimpangan Jalan
Hmm sulit juga ya berada di persimpangan seperti ini, di satu sisi, ingin sekali segera bisa mengajukan surat untuk menjadi TDA :-) (emangnya bos jepun ngerti apa TDA hehe). Disisi lainnya keraguan, bimbang, takut, tidak PD, menghadapi dunia bisnis yang sesungguhnya dan ketidakpastian income terus menggelayuti pikiran ku. Tapi enaknya, tetap masih diberikan pilihan oleh Allah. Jadi kuputuskan untuk mengembalikan saja kepada-Nya mana pilihan yang paling baik untuk ku dan keluarga.

Seperti makna doa sholat Istikharah saja, dan aku pun memohon kepada-Nya untuk memilihkan yang baik untuk agamaku, baik untuk kehidupanku maka mudahkanlah bagiku kemudian berkahilah aku kepadanya.

Ada Pencerahan
Di kesempatan kulakan sabtu kemarin, aku dan Yassir bisa bertemu lagi dengan Pak Haji Alay. Sepulangnya beliau dari acara TDA Properti yang super heboh itu. Kucoba selipkan cerita tentang kegundahan hati ini kepadanya. Alhamdulillah respon beliau sangat positif dan tidak ekstrim. Satu hal yang dalam dan bermakna dari kata-2nya adalah "Ungkapkanlah keinginan untuk menjadi TDA ini kepada Allah demi melaksanakan ajaran agamamu ya Allah, agar hambamu ini bisa menunaikan kewajiban untuk naik Haji dan hambamu ini bisa berbagi melalui zakat kepada kaum muslimin yang lain". InsyaAllah kebimbangan hati itu akan sirna dan bahkan semakin menguatkan tekad kita untuk menjadi TDA secepat yang mungkin dengan tujuan akhir yang lillahi ta'ala. Dan InsyaAllah hati ini akan lebih tegar dan pasrah bahwa ini semua kita lakukan karena ingin menunaikan perintah-Nya.

Keberlimpahan dalam keuangan, kesehatan, kebahagiaan, kecukupan, itu semua adalah imbas dari niatan yang lillahi'taala. Tertegun juga aku menyimak kata-2 beliau dan berusaha kuresapi dalam-dalam makna dari kata-2 tsbt. Seperti menemukan kata kunci yang tepat untuk membuka sistem TDA ini, akhirnya diputuskan untuk menulis di blog ini sambil berharap postingan kali ini akan menjadi catatan penting jikalau kebimbangan dalam hati menyergap kembali nanti apabila waktunya sudah semakin sempit.

Meluruskan niat dalam hati ini ternyata bisa merubah segalanya. Terus memohon kepada-Nya untuk diteguhkan dan dikuatkan niatan yang telah diikatkan didalam hati ini. Terus memohon agar ditunjukkan jalannya, dilapangkan segala usahanya dan berpasrah bulat-2 kepada-Nya. *** Karena Dia sang Khalik sebaik-baik penjaga dan sebaik-baik penolong ***


Salam,
Doris Nasution
Bisnis Owner
Outlet Jilbab & Kerudung "Shaakira"
YM:dorisnst

Comments

Popular posts from this blog

Tes Tertulis Syarat untuk Masuk SDN Percontohan 15

Alhamdulillah selesai juga satu hari yang menegangkan dan pengalaman kami yang pertama sebagai orang tua ;-). Pengalaman ini patut saya share di blog pikirku semalam, sehingga ketika nanti jika adiknya Adiva ada dan kami mungkin perlu lagi mengulang kembali kejadian ini kami bisa lebih siap lagi mempersiapkan anak kami yang tahun ini InsyaAllah masuk ke tingkatan SD. SDN Percontohan 15 yang terletak di Tebet Timur sudah beberapa tahun ini menjadi sekolah favorite dan peminatnya selalu membludak. Hampir 200-300 anak ikut dalam seleksi masuk sekolah ini dan terpilih hanya 40 orang anak yang dianggap kompeten tidak hanya di pelajaran saja, juga dalam kemampuan verbal, sosialisasi dan kemandirian dalam menjalankan rutinitas kesehariannya. Tahun ini peminatnya agak sedikit, terlihat kemaren sewaktu berbaris sebelum masuk ke kelas masing-2 untuk memulai test, ada sekitar 140 orang anak yang hadir, asumsi saya mungkin seleksi awal dari kecukupan umur yang mesti 6 tahun per bulan Juli ini yang...

Dream Board of Tim ButikShaakira

Masih lanjutan dari acara nobar "Sang Pemimpi" yang lalu, saya memberikan selembar kertas kepada setiap karyawan. Menggali keyakinan mereka terhadap kekuatan impian dan juga untuk mengetahui apakah mereka juga berani bermimpi? Seluruh kertas sudah terkumpul, isinya berbeda-beda namun membuat saya senang, terharu dan bersyukur terhadap proses penggalian ini. Saya akan menempelkan seluruh kertas-kertas ini di dream board yang akan dibuat di ruang kerja tim Internet sebagai pemacu, pendorong, pengingat setiap impian masing-2 kami di tahun 2010. Hasil akhirnya mana ada yang tahu, yang penting jangan pernah berhenti bermimpi dan mengejar impian tersebut agar terwujud sehingga akhirnya kita akan merasa puas & bersyukur bahwa kita masih diberikan kesempatan oleh Allah untuk berani bermimpi. Berikut sekilas gambaran hasil akhirnya... ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Apakah arti sebuah impian untuk anda?  Rata-rata semua mengerti b...

Hari Pendidikan 1 Mei Dirayakan Seperti Apa?

Halo, Selamat Pagi :-) Bertemu lagi dengan tulisan baru hari ini. Ingin sekali menuangkan pemikiran tentang hari pendidikan nasional yang dirayakan kemarin, tanggal 1 Mei. Sudah sejauh mana hasil pendidikan kita ? Ah, rasanya terlalu sedih melihat hasil outputnya hari ini. Ketidakjelasan datangnya dari pemerintah. Belum ada blue print yang jelas. Lah wong setiap 5 tahun sekali berganti kebijakan dan akhirnya menimbulkan kebingungan bagi para pengajar dan murid-muridnya.  Apa sebenarnya tujuan pendidikan nasional kita? Menurut UU No 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional, pasal 3, tujuan pendidikan kita adalah mencerdaskan bangsa dengan mengembangkan potensi pelajar agar menjadi orang yang cerdas, beriman, bertakwa, berakhlak mulia, sehat, cakap, kreatif, mandiri dan tentunya bertanggung jawab. Apakah tujuan tersebut sanggup kita capai dengan cara model pendidikan lama? Dimana pola tersebut fokusnya mungkin hanya di sekitar menghapal dan sekedar tahu permukaannya saja, dan...