Pages

Sunday, July 08, 2007

ACTIONlah guru terbaik kita!

Lagi-lagi saya menyadur dan menyimpan tulisan trainer E.D.A.N, pak Ikhwan Sopa di blog ini karena sangat inspiratif dan menguatkan diri saya dalam meraih impian TDA akhir tahun ini.
Semoga terinspirasi ya!!!

Tulisan Pak Ikhwan Sopa
Aku setuju banget dengan konsep "diharapkan take action paling lama 3 bulan
setelah bergabung" walaupun belum tentu harus 3 bulan. Tapi yang jelas,
memang ada langkah konkrit dari yang bersangkutan, untuk bermutasi menjadi
full TDA. It takes courage. But remember, Gandhi bilang "efforts brings
discomfort". Kuncinya sederhana, ya berani aja gitu.

Saya mungkin bisa jadi contoh yang EDAN.

Saya keluar dari kantor pemerintah dalam keadaan tidak punya uang. Saya
keluar dari tempat berikutnya juga, begitu seterusnya, bahkan saat saya
mendirikan QA Communication AKA EDAN, juga sama persis kondisinya. Sampai
detik ini pun, bisa dikatakan saya nggak punya uang.

*Tapi ingetlah bahwa, "tidak punya uang" adalah istilah dari otak kiri saya.
Otak kanan saya, mengatakan sesuatu yang persis sama, seperti yang Anda
katakan saat ini tentang diri saya!*

Contoh tentang saya bukanlah contoh
yang patut ditiru. So DON'T TRY THIS AT HOME! He...he...

Saya yakin bahwa Anda pasti punya hitung-hitungan, sekaligus pasti punya
tabungan. That's enough.

Keyakinan saya cuman begini.

Bahwasanya, sejak kita lahir sampai kita mati nanti, di Lauh Mahfudz
sana *sudah
tercatat*, apa yang akan terjadi pada diri kita detik-demi-detik. Detik ini
kita akan mendapat rizki anu, detik berikutnya anu, detik berikutnya musibah
anu. DIA punya satu milyar cara (itupun kalo bisa dihitung), untuk
mendeliver apapun yang menjadi hak kita. Apapun yang akan terjadi pada kita.
Gunakan prinsipallowing dari LOA.

Bukalah mata hati, berencanalah dengan baik (jangan kayak saya), tapi jangan
terlalu manjakan otak kiri Anda. Otak kanan Anda punya hak untuk berkreasi
dan mencoba serta memilih jalan-jalan baru menuju kesuksesan. Apa yang
menurut Anda tidak masuk akal, hanyalah sebagian suara dari otak kiri Anda.

Sederhanakanlah. Jika Anda sudah punya cukup tabungan untuk hidup dan
membiayai keluarga untuk jangka waktu tertentu misalnya, dan kemudian Anda
sudah punya obsesi tentang ber-TDA-ria. Sudahlah, terjuni dan lakukan saja.

Pak Roni, berkaitan dengan ini saya mengusulkan adanya sebuah mekanisme
bimbingan yang mengikuti apa yang diajarkan Brad Sugar. Yaitu semacam
mentoring. Kita di TDA hampir ada semua jenis lini bisnis. Siapapun yang
akan menerjuninya, dipersilahkan mencari parter mentor (bukan partner
bisnis), yang bersedia membantu semaksimal mungkin.

Misalnya, siapapun yang berminat menjadi trainer, trainer apapun, monggo tak
tandem, tak bantuin, tak temanin, tak bimbing, menjadi trainer. Syukur kalo
bisa lebih hebat dari saya. Itu pasti luar biasa.

Komitmen seperti ini, sudah saya lontarkan berkaitan dengan Pak Arifin
tentang HnW-nya. Saya siap menjadikan beliau sebagai public speaker handal,
dan bagaimana "mencari hidup" dengannya. Bahwa sekarang beliau justru sudah
agak jarang kontak dengan saya, menurut sayajustru itu adalah good news.
Artinya, beliau malah sudah siap mandiri, alias sudah siap dengan segala
persiapan dan rencananya.

Begitu pula jika ada yang mau menerjuni dunia busana muslim misalnya. Berapa
banyak dari kita yang sudah masuk ke persneling tiga atau empat. Bagi mereka
ini, nggak ada ruginya menjadi mentor TDA baru. Cara buka toko itu gini loh,
cara jual gini loh, cara cari barang gini loh, cara promosi gini loh, cara
cari bahan baku gini loh, dan seterusnya.

Tidak perlu buat Anda menunggu keberadaan seorang guru, yang terbaik di
dunia, yang akan menjamin kesuksesan Anda. Sebab, Anda sendirilah yang akan
menjamin sukses Anda. ACTION-lah guru terbaik Anda. Supaya apa? Supaya Anda masih punya waktu untuk gagal, dan mencoba lagi. Itu bahkan sudah jadi
syarat: babak-belur.

Pernahkan Anda membayangkan bahwa Anda baru akan memulainya pada usia 60
tahun? Terbayangkah Anda, bahwa Anda baru akan mulai babak-belur pada usia
itu?

Waktu yang paling tepat bagi Anda adalah pertengahan antara kemarin dan besok. Tidak ada yang lain. Itu berarti hari ini, saat ini.

Kecuali, Anda memang mau jadi TDB seumur hidup. Jika begitu, bertanyalah
kembali, adakah di dunia ini, seseorang yang menjadi TDB seumur hidup?
Adakah yang mau hanya duduk di kursi goyang setelah pensiun?

TIDAK ADA!

Adalah menyenangkan bahwa kita di TDA, bisa menyaksikan segala bentuk
reality show tentang entrepreneurship, mulai dari bibit dan benih, sampai sesuatu di 20-30
tahun yang akan datang. Anda menyaksikan!

Q: Anda penonton, atau pemain?

(Busyet dah galak banget....)

Sukses menanti Anda,
Sopa.

----------

Ad 1. Pra TDA itu di bagi 2 lagi:
1. TDB (diharapkan take action paling lama 3 bulan setelah bergabung)
2. Amphibi (ini adalah masa transisi yang diharapkan dapat menjadi full TDA
paling lama 1 tahun sejak bergabung).

Ad 2. Paska TDA, di sinilah kita buat klub-klub sesuai dengan level
bisnisnya, inilah ultimate goalnya:
1. Klub 8,9 digit
2. Klub 11 Digit (sudah dibentuk)
3. Klub 12 Digit

1 comment:

Ikhwan Sopa said...

Yth Ibu Doris, makasih banyak atas apresiasinya. Aku nggak tahu apakah kita pernah ketemu langsung atau belum di acara TDA. Tapi suatu saat, pasti dong ya?

Sukses buat Anda,

Ikhwan Sopa
Trainer E.D.A.N.
http://milis-bicara.blogspot.com