Pages

Tuesday, July 24, 2007

Inputan dari TDA Founder

Pak Roni dan Bu Ely (Owner, Manet)

Ah, alhamdulillah sempat juga waktunya untuk menulis lagi, sharing lagi apa yang sudah saya coba lakukan untuk outlet Shaakira.

Setelah hari sabtu, 21/7 yang lalu pak roni dan bu eli sempat mampir ke Shaakira dan setelah hampir 1 jam melakukan eksplorasi di toko kecil kami yang pertama akhirnya ada juga beberapa saran yang dilontarkan pak roni. Beberapanya akan saya tuliskan di blog ini, walaupun terlambat yang penting saya akan bagikan semua inputan yang bagus-2 untuk juga dicoba di tempat teman-2 yang sedang menjalani usaha pertamanya seperti yang saat ini saya alami.

Nah ini dia ya inputannya, mari kita praktekkan bersama-2:

Satu
Siapkan stiker/print-out dengan tulisan "BARU", "TERLARIS" dan "EKSLUSIF/TERBATAS" untuk ditempelkan di beberapa patung manekin kepala sesuai dengan kategori-2 tsbt. Dan dilakukan dengan penyebaran saja artinya tidak usah dikelompokkan berdasarkan kategori-2 tsbt. Tujuannya untuk membuat customer-2 langganan dengan cepat bisa melakukan observasi dengan hanya melihat tanda "BARU" misalnya. Dan kalau untuk customer yang suka mengikuti tren dan senang dengan barang-2 yang paling laris juga akan dengan mudah menemukan barang yang dimaksudnya tersebut dengan melihat tempelan tanda "TERLARIS".

Hal ini langsung saya aplikasikan keesokan harinya. Hingga saat tulisan ini saya buat (2 hari setelahnya) saya melihat ada satu produk yang diberi nama Jilbab Payet Pakish terdongkrak penjualannya dengan drastis setelah diberi label "TERLARIS". Alhamdulillah. Dan bahkan ada satu jilbab zoya yang stoknya habis dan tersisa 2 buah kemudian saya beri label "TERBATAS" pun habis diborong oleh satu pelanggan.

Sebenarnya saya ingin juga menambahkan satu label lagi yaitu "BERHADIAH". Label ini akan saya berikan kepada jilbab yang sejak di kulak hingga saat ini tidak terjual sama sekali. Lah memangnya ada? Ya adalah, apalagi saya juga belum begitu terasah dan masih terus belajar dan belajar. Niat saya jilbab dengan label tersebut berhadiah 1 buah jilbab cantik lagi yang tidak akan mungkin bisa ditolak karena kualitasnya yang lumayan untuk dipakai sehari-2.

Dua
Sediakan produk sesuai dengan market sekitar toko berada. Artinya ya pelajari dulu sekeliling kita itu seperti apa. Belum tentu produk yang laris sekali di satu wilayah, ketika dicoba jual di tempat kita juga akan mengalami hal yang sama. Hal ini pun sudah saya buktikan sendiri. Dengan kebaikan hati seorang member TDA saya dipinjamkan salah satu produk yang terbukti laris sekali didaerahnya. Selama 2 minggu produk tersebut tetap tidak terjual dan bahkan saya tanyakan ke pegawai toko, apakah ada customer yang berminat?, mereka menjawab tidak ada. Berarti kita harus terus menerus mengasah intiusi kita sebelum memajang suatu produk di toko ya...walaupun sebenarnya mencoba itu jauh lebih baik daripada tidak kan. Karena setelah mendapatkan hasil seperti itu saya jadi lebih berhati-2 lagi dalam memilih produk dan berusaha meminimalkan jumlah yang dibeli misalnya hanya 3 buah saja untuk awalnya.

Tiga
Coba buat kuesioner dan sediakan hadiah bagi customer yang bersedia mengisinya untuk mengetahui lebih pasti lagi tentang kebiasaan-kebiasaan customer yang datang ke toko; rentang umur dan harga belanjaan yang dibeli serta alasan kenapa mereka memilih untuk belanja di toko Shaakira. Hmm, ini sedang saya coba buat. InsyaAllah akan dilaunching bulan depan dengan hadiah 1 buah bros cantik. Periode kuesioner hanya 2 minggu saja dengan target peserta 100 pelanggan, jadi rata-2 perhari kurang lebih 8 pelanggan harus mengisi kertas tsbt. Sehingga dipertengahan Agustus 2007, hasilnya langsung bisa dikompilasi, ditarik kesimpulan dan action plan apa yang harus dilakukan setelahnya.

Empat
Kalau bisa sediakan kertas "Apa saja yang dilakukan pada hari ini?" untuk masing-2 karyawan toko kita dan juga sediakan tempat untuk menuliskan "Masalah apa yang dihadapi hari ini?" Karena seringnya jika tidak ditanya oleh kita, karyawan tidak menceritakan apa saja yang mereka alami di toko setiap harinya.

Lima
Karyawan toko sempat ditanya oleh Pak Roni, produk mana yang paling sering dibeli orang? Mereka pun menjawab saat ini Jilbab Rabbani pak dan blus juga. Saya pun akhirnya cerita bahwa jilbab permata saat ini sedang stagnan penjualannya, tidak seperti di awal-2. Pak Roni pun bertanya mana barangnya di manekin untuk jilbab yang menurun penjualannya itu. Saya bilang tidak ada, karena sudah tidak cukup lagi manekin kepalanya he he he..."Wuah gak adil itu namanya, mungkin karena itu pelanggan tidak tahu kalau disini jual juga jilbab permata, coba saja disisihkan beberapa manekin kepala untuk produk tsbt". Saya rasa ada benarnya juga, akhirnya saya minta karyawan toko untuk menyediakan 2 buah manekin kepala untuk jilbab permata. Alhamdulillah, memang jitu saran tersebut, akhirnya setiap harinya ada juga dari produk tersebut yg terjual.

Ini juga suatu tantangan tersendiri bagi saya, karena dengan jumlah manekin kepala yang hanya 36 buah saya harus bisa menampilkan semua varian jilbab yang kami punya. Bagaimana bisa? Jumlah varian jilbab setiap minggu selalu saja bertambah. Saya pun masih bingung bagaimana caranya untuk menyelesaikan tantangan ini. Sedangkan tempatnya sudah tidak memungkinkan lagi untuk ditambah patung :-), ada satu space yang paling mungkin, yaitu di atas rak baju yang harus dibuat tatakannya dulu. Lumayanlah paling tidak bisa menambah 4-5 buah patung kepala. Semoga bisa dilaksanakan.

Saya ingat saran Pak Rosihan, untuk memaksimalkan space di toko sebaik mungkin. Dan bahkan dengan kejelian beliau, katanya ditempat saya masih bisa ditambahkan lagi 16 patung kepala...wow dahsyat kan. Salah satu usulan tempatnya adalah di rak tempat gulungan rolling door. Luar biasa memang pak Rosihan...

Semoga bermanfaat ya.

Salam,
Doris Nasution
Owner of "Shaakira"
Outlet Jilbab & Kerudung Pilihan
YM : dorisnst | 0815-860 38 678

NB: 2 hari lagi tutup buku bulan ke-3, omset sudah melebihi bulan ke-2. Alhamdulillah.
Terbukti bahwa di bulan Juli penjualan bahkan meningkat ;-)

8 comments:

Rian Ahmad said...

Selamat dan sukses dengan bidang usaha yang kini Eda jalani. Semoga selalu di berkahi rahmat oleh Allah.

Btw, sudah berapa lama Eda menggeluti bisnis ini?

Rian Ahmad

Doris Nasution said...

Terima kasih Pak Rian. Sukses juga untuk bapak ya. Bisnis ini belum genap tiga bulan usianya pak. Masih baby. Dan masih banyak impian-2 yang masih harus dicapai untuk membuatnya bisa menjadi trend setter muslimah di area yang saya target. InsyaAllah. Mohon doanya pak :-)

Salam,
Doris Nasution

Fuad Muftie said...

Wah bagus sekali tipsnya, ikutaan praktekin ya Bu. Kayaknya sekarang saya harus belajar banyak dari Bu Doris nich. Sukses ya Bue

Fuad Muftie said...

Wah bagus sekali tipsnya, ikutaan praktekin ya Bu. Kayaknya sekarang saya harus belajar banyak dari Bu Doris nich. Sukses ya Bu

Nur Alam said...

Terima kasih bu Doris atas infonya. Ilmu ini akan sy coba praktekkan di toko saya. Sukses selalu ya.

Yassir said...

Terima kasih Pak Fuad dan Pak Alam. Ini semua juga berkat bimbingan para guru-guru TDA yang tidak pernah berhenti berbagi ilmu untuk kita semua. Silahkan diaplikasikan di bisnis bapak-2, saya yakin bisa membantu mendorong penjualan pak. Karena saya sendiri juga sudah melakukannya.

Ohya, pak Fuad dan Pak Alam ditunggu nih sharingnya tentang distronya...koq gak kelihatan foto-2 kiosnya sih di blog :-)?


Salam,
Doris Nasution

Ryad said...

hehehe...
salut2...
ternyata bisa > dari bulan lalu,
jadi donk bikin sejarah sendiri...
makin dichallenge, makin keras usahanya... :)

Maya Agustina said...

Assalammu'alaikum bu Doris...
Terimakasih ya bu, atas ilmu yang dibagi2kan di blog ini..
Sangat bermanfaat sekali untuk saya...
Perkenalkan saya Maya dari Pangkalpinang. Usia 22 tahun. Ingin sekali membuka toko muslim seperti ibu..

Wassalam..
Maya Agustina