Skip to main content

No point of return

Itu kata-2 yang sangat dalam dan bermakna dalam memaknai keputusan yang sudah diambil. Alhamdulillah hati ini semakin mantap saja dan pasrah saja kepada-Nya.

Tak sekedar gaya-2an, ikut-2 an atau terpancing emosi di milis, InsyaAllah. Bahkan hal ini benar-2 dipikirkan masak2 dan akan dipenuhi dengan tanggung jawab dan komitmen penuh.

So, I'll do whatever I like to do and to have options is truly freedom.

Alhamdulillah.

Salam,
Doris Nasution

Comments

Anonymous said…
..believe in yourself,
trust on God

all my heart support U..

yassir
thank you dear, that means so much :-). We will hand-in-hand supporting each other and I believe that we're STRONG and CAN MAKE EVERY DREAM comes true.

Doris Nasution
evarais said…
mba Doris,

Semua alasan yang mba katakan itu boleh-boleh aja kok :)...

Mau gaya, mau kepancing, mau ikut-ikutan ..no problem !..Sah-sah aja..:)

Apalah salahnya mengutamakan feeling, perasaan diatas logika kita?..

Mikir pake emosi? kenapa gak?.. Ngambil keputusan karena terpancing kesuksesan orang lain? kenapa gak?..

Asal mba Doris jalani semuanya dengan segala konsekwensinya...

Anyway, selamat ya !..:)
TQ mba Eva atas supportnya. InsyaAllah..InsyaAllah..I'll do my best to make it happen and success. Always be grateful on everything that Allah gives me and keep on grateful by sharing those things to others.

Salam,
Doris Nasution

Popular posts from this blog

Tes Tertulis Syarat untuk Masuk SDN Percontohan 15

Alhamdulillah selesai juga satu hari yang menegangkan dan pengalaman kami yang pertama sebagai orang tua ;-). Pengalaman ini patut saya share di blog pikirku semalam, sehingga ketika nanti jika adiknya Adiva ada dan kami mungkin perlu lagi mengulang kembali kejadian ini kami bisa lebih siap lagi mempersiapkan anak kami yang tahun ini InsyaAllah masuk ke tingkatan SD. SDN Percontohan 15 yang terletak di Tebet Timur sudah beberapa tahun ini menjadi sekolah favorite dan peminatnya selalu membludak. Hampir 200-300 anak ikut dalam seleksi masuk sekolah ini dan terpilih hanya 40 orang anak yang dianggap kompeten tidak hanya di pelajaran saja, juga dalam kemampuan verbal, sosialisasi dan kemandirian dalam menjalankan rutinitas kesehariannya. Tahun ini peminatnya agak sedikit, terlihat kemaren sewaktu berbaris sebelum masuk ke kelas masing-2 untuk memulai test, ada sekitar 140 orang anak yang hadir, asumsi saya mungkin seleksi awal dari kecukupan umur yang mesti 6 tahun per bulan Juli ini yang...

Dream Board of Tim ButikShaakira

Masih lanjutan dari acara nobar "Sang Pemimpi" yang lalu, saya memberikan selembar kertas kepada setiap karyawan. Menggali keyakinan mereka terhadap kekuatan impian dan juga untuk mengetahui apakah mereka juga berani bermimpi? Seluruh kertas sudah terkumpul, isinya berbeda-beda namun membuat saya senang, terharu dan bersyukur terhadap proses penggalian ini. Saya akan menempelkan seluruh kertas-kertas ini di dream board yang akan dibuat di ruang kerja tim Internet sebagai pemacu, pendorong, pengingat setiap impian masing-2 kami di tahun 2010. Hasil akhirnya mana ada yang tahu, yang penting jangan pernah berhenti bermimpi dan mengejar impian tersebut agar terwujud sehingga akhirnya kita akan merasa puas & bersyukur bahwa kita masih diberikan kesempatan oleh Allah untuk berani bermimpi. Berikut sekilas gambaran hasil akhirnya... ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Apakah arti sebuah impian untuk anda?  Rata-rata semua mengerti b...

Hari Pendidikan 1 Mei Dirayakan Seperti Apa?

Halo, Selamat Pagi :-) Bertemu lagi dengan tulisan baru hari ini. Ingin sekali menuangkan pemikiran tentang hari pendidikan nasional yang dirayakan kemarin, tanggal 1 Mei. Sudah sejauh mana hasil pendidikan kita ? Ah, rasanya terlalu sedih melihat hasil outputnya hari ini. Ketidakjelasan datangnya dari pemerintah. Belum ada blue print yang jelas. Lah wong setiap 5 tahun sekali berganti kebijakan dan akhirnya menimbulkan kebingungan bagi para pengajar dan murid-muridnya.  Apa sebenarnya tujuan pendidikan nasional kita? Menurut UU No 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional, pasal 3, tujuan pendidikan kita adalah mencerdaskan bangsa dengan mengembangkan potensi pelajar agar menjadi orang yang cerdas, beriman, bertakwa, berakhlak mulia, sehat, cakap, kreatif, mandiri dan tentunya bertanggung jawab. Apakah tujuan tersebut sanggup kita capai dengan cara model pendidikan lama? Dimana pola tersebut fokusnya mungkin hanya di sekitar menghapal dan sekedar tahu permukaannya saja, dan...