Skip to main content

Serius

Saat ini saya sudah mulai serius memikirkan apa saja yang akan dilakukan ketika mulai mengurusi secara penuh "Shaakira" nanti. Dan apa yang akan dilakukan ketika mulai bekerja dari rumah nanti. Saya tetap tidak mau kehilangan waktu yang sangat berharga bersama keluarga, itu pernyataan dan alasan yang sangat kuat mendominasi pikiran saya saat ini.

Kunci kerja sendiri mengurusi bisnis saya pikir itu ya Disiplin dengan tidak melulu blogwalking, check status YM, chat, kirim-2 email tidak penting dan yang pastinya juga hunting yang gak penting di google he he...dan pastinya disiplin gak istirahat melulu di rumah ;-)

Syukurnya lagi saya sudah mulai mendefinisikan visi, misi, kelebihan dan kelemahan dari "Shaakira". Saya cetak dan tempel di area meja kerja supaya gak lupa bahwa keputusan untuk mandiri dan memikirkan bisnis yang bisa memberikan manfaat untuk orang lain lah yang akan menemani hari-hari saya nanti dan pastinya tetap menjadi seorang ibu rumah tangga ;-) yang mempunyai banyak waktu untuk keluarga.

Pinginnya sih:
Satu
Punya ruang kerja yang nyaman hehe lengkap dengan segala keperluannya. Ditambah rak buku yang lebih organized dan besar lagi. Amin.

Dua
Optimal dalam mengatur waktu bekerja dirumah dan tetap memprioritaskan keluarga diatas segalanya.

Tiga
Lebih terorganisir, visioner dan terus menerus mengejar dan memperbarui impian setelah tercapai. Keep on moving forward. Keep on writing in this blog and let it become proven, historical experiences in the next 5 years from now.

Empat
Enjoy dengan semuanya dan bersyukur dengan segala kenikmatan ini. Karena dengan memiliki pilihan ini saja saya sudah mulai merasakan kebebasan atas diri sendiri dan keluarga. Saya yakin Allah Maha Tahu dan Maha Pengatur Rejeki, tinggal kita berusaha semaksimal mungkin, berdoa dan berserah diri kepada-Nya (pasrah).

Yang pastinya sih bakalan lebih hemat (bahan bakar, ongkos, makan siang, belanja belinji, dan yang utamanya lagi hemat dari membuang-2 waktu produktif), lebih fokus, lebih seru, lebih menantang, lebih banyak bersyukur, lebih pinter dalam segala hal, seperti masak he he (niat nih mau belajar), ngurus keluarga dan mengelola waktu supaya lebih optimal lagi.

Semuanya hanya karena cinta...karena cinta...pada keluarga.

Hal-hal yang patut disyukuri hari ini:

Suami saya, Yassir, mendukung penuh keinginan istrinya ini dan dia pun sudah mulai
sesuatu yang baru, out-of-the-box dan get really serious on that, dan itu memang sudah menjadi impiannya sejak dulu.

Adiva bermain riang bersama temannya di lapangan tempat pilkada berlangsung. She's happy.
Dan juga karena sekolahnya libur ;-)

Walaupun siang, tepatnya sekitar jam 1 siang, penglaris di toko Shaakira datang juga. Alhamdulillah. Akhir hari ditutup dengan nilai yang lumayan. Transaksi lewat internet juga banyak ada Pekanbaru, Balikpapan dan Sidorajo. Amin..Amin.

Berhasil memenuhi keinginan papa mertua, hanya sedikit bantuan saja ;-) alias menukar uang kecil di kantor he he...

Setelah lama dan sulit untuk fokus menyelesaikan tugas-2 di kantor, kemaren dalam suasana sepi pilkada, ada progress yang menyenangkan di proyek yang harus diselesaikan sebagai bentuk komitmen dan tanggung jawab sebelum bebas.

Masih diberi kesehatan, kemudahan, keberlimpahan dalam kehidupan ini.

Salam,
Doris Nasution

Comments

Popular posts from this blog

Tes Tertulis Syarat untuk Masuk SDN Percontohan 15

Alhamdulillah selesai juga satu hari yang menegangkan dan pengalaman kami yang pertama sebagai orang tua ;-). Pengalaman ini patut saya share di blog pikirku semalam, sehingga ketika nanti jika adiknya Adiva ada dan kami mungkin perlu lagi mengulang kembali kejadian ini kami bisa lebih siap lagi mempersiapkan anak kami yang tahun ini InsyaAllah masuk ke tingkatan SD. SDN Percontohan 15 yang terletak di Tebet Timur sudah beberapa tahun ini menjadi sekolah favorite dan peminatnya selalu membludak. Hampir 200-300 anak ikut dalam seleksi masuk sekolah ini dan terpilih hanya 40 orang anak yang dianggap kompeten tidak hanya di pelajaran saja, juga dalam kemampuan verbal, sosialisasi dan kemandirian dalam menjalankan rutinitas kesehariannya. Tahun ini peminatnya agak sedikit, terlihat kemaren sewaktu berbaris sebelum masuk ke kelas masing-2 untuk memulai test, ada sekitar 140 orang anak yang hadir, asumsi saya mungkin seleksi awal dari kecukupan umur yang mesti 6 tahun per bulan Juli ini yang...

Dream Board of Tim ButikShaakira

Masih lanjutan dari acara nobar "Sang Pemimpi" yang lalu, saya memberikan selembar kertas kepada setiap karyawan. Menggali keyakinan mereka terhadap kekuatan impian dan juga untuk mengetahui apakah mereka juga berani bermimpi? Seluruh kertas sudah terkumpul, isinya berbeda-beda namun membuat saya senang, terharu dan bersyukur terhadap proses penggalian ini. Saya akan menempelkan seluruh kertas-kertas ini di dream board yang akan dibuat di ruang kerja tim Internet sebagai pemacu, pendorong, pengingat setiap impian masing-2 kami di tahun 2010. Hasil akhirnya mana ada yang tahu, yang penting jangan pernah berhenti bermimpi dan mengejar impian tersebut agar terwujud sehingga akhirnya kita akan merasa puas & bersyukur bahwa kita masih diberikan kesempatan oleh Allah untuk berani bermimpi. Berikut sekilas gambaran hasil akhirnya... ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Apakah arti sebuah impian untuk anda?  Rata-rata semua mengerti b...

Hari Pendidikan 1 Mei Dirayakan Seperti Apa?

Halo, Selamat Pagi :-) Bertemu lagi dengan tulisan baru hari ini. Ingin sekali menuangkan pemikiran tentang hari pendidikan nasional yang dirayakan kemarin, tanggal 1 Mei. Sudah sejauh mana hasil pendidikan kita ? Ah, rasanya terlalu sedih melihat hasil outputnya hari ini. Ketidakjelasan datangnya dari pemerintah. Belum ada blue print yang jelas. Lah wong setiap 5 tahun sekali berganti kebijakan dan akhirnya menimbulkan kebingungan bagi para pengajar dan murid-muridnya.  Apa sebenarnya tujuan pendidikan nasional kita? Menurut UU No 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional, pasal 3, tujuan pendidikan kita adalah mencerdaskan bangsa dengan mengembangkan potensi pelajar agar menjadi orang yang cerdas, beriman, bertakwa, berakhlak mulia, sehat, cakap, kreatif, mandiri dan tentunya bertanggung jawab. Apakah tujuan tersebut sanggup kita capai dengan cara model pendidikan lama? Dimana pola tersebut fokusnya mungkin hanya di sekitar menghapal dan sekedar tahu permukaannya saja, dan...