Skip to main content

Rindu dengan rutinitas sebelum lebaran

Sudah istirahat selama 3 hari di rumah, bersilaturahmi ke tetangga dan menunggu tamu-2 yang datang ke rumah mertua, saya merasakan kerinduan untuk kembali ke rutinitas yang biasanya dilakukan sebelum liburan lebaran.

Sederhananya ingin sibuk menghasilkan "uang masuk" dari Shaakira ;-). Pengalaman panen lebaran alhamdulillah sudah dirasakan oleh Shaakira. Ingin rasanya segera melakukan evaluasi sebagai catatan untuk memasuki persiapan menyambut panen lagi di tahun berikutnya dan mendengarkan pengalaman teman-2 lainnya yang juga mengelola usaha yang sama.

Saya dan adik, Mutia, akhirnya merasakan menunggui toko di 3 hari terakhir sebelum lebaran karena pegawai toko sudah izin pulang kampung menyambut lebaran bersama keluarga. Di hari pertama, kami berdua excited sekali, tak terasa kelelahan mencari stok barang yang tempatnya masih kami pelajari dari tempelan-2 label yang dibuat oleh nur dan olif sebelum cuti lebaran. Alhamdulillah omsetnya belum mencapai 5 juta rupiah pada hari itu ;-), tapi rasanya gembira sekali..karena toko memang ramai dan berasa sempitnya hehe.

Di hari kedua, kondisi badan sudah mulai sedikit keletihan, maklum, tidak biasa seharian menjaga toko. Tapi kami terus berusaha untuk semangat..dan semangat..hasilnya alhamdulillah banyak juga koq...sambung ke hari ketiga dimana itu adalah hari terakhir toko Shaakira buka dan melayani customer. Alhamdulillah, transaksinya melonjak luar biasa, sampai-2 hingga pada saat mau mengunci toko menjelang beduk maghrib, masih ada langganan yang kepingin belanja jilbab zoya sebelum pulang ke rumahnya di Halim. Yah demi langganan, saya pun mengizinkan si ibu untuk masuk dan alhamdulillah tidak sampai 5 menit dia sudah keluar lagi untuk membayar 2 buah jilbab zoya pilihannya. Wuah cepet banget, komentar saya. Iya lah, ini kan hanya tambahan mbak, kemaren saya sudah lihat dan rencana mau ambil, tapi ragu, katanya. Alhamdulillah.

Kertas target omset selama lebaran masih terpasang di meja kerja saya, secara kasar hitung-2an yang saya lakukan, impian omset itu belum tercapai di tahun pertama Shaakira saat ini. Baru tercapai 67%, kurang lebih dari target yang "melompat" tersebut ;-) Alhamdulillah, saya pun terus menerus bersyukur karena persiapan yang dilakukan di toko untuk menyambut panen pertama ini ternyata bisa digolongkan sukses dan "siap tempur" menurut saya loh ya..walaupun mungkin jika disandingkan dengan SAQINA, KAFANA, RUZIKA, KASHAFA, RADISA, ADDINA, MOM'S CHOICE, ALIF, dan distro-2 lainnya milik teman-2 komunitas TDA (Tangan Di Atas-red) besar kemungkinan Shaakira menjadi anak bontot hehe, bersyukur maih diberi kesempatan untuk terus belajar dari mentor-2 yang terbaik di lapangan, bukan hanya di teorinya saja.

InsyaAllah saya akan terus melangkah menggapai impian-impian saya yang dalam waktu dekat ini akan segera terwujud. Untuk membuka toko yang ke-2...masih di sekitar target area yang saya inginkan...dan bisa menjadi juara yang selalu bersyukur karena telah diberikan banyak kesempatan oleh-Nya untuk bisa berbagi kepada sesama hamba-Nya.

Saat ini sedang menimbang-2 untuk mendaftar unlimited internet access melalui First Media nih, Yassir ternyata memerlukan bandwidth yang lebar untuk mendownload film-2 karya seni dari artist yang sedang dipelajarinya ;-)..insyaAllah mulai bulan depan go unlimited nih..horeeeee...

Salam,
Doris Nasution
Owner, "Shaakira"
Outlet Jilbab & Kerudung Pilihan
Tebet Barat, Jakarta-Selatan
YM:dorisnst | HP:0815-86038678

Comments

Popular posts from this blog

Tes Tertulis Syarat untuk Masuk SDN Percontohan 15

Alhamdulillah selesai juga satu hari yang menegangkan dan pengalaman kami yang pertama sebagai orang tua ;-). Pengalaman ini patut saya share di blog pikirku semalam, sehingga ketika nanti jika adiknya Adiva ada dan kami mungkin perlu lagi mengulang kembali kejadian ini kami bisa lebih siap lagi mempersiapkan anak kami yang tahun ini InsyaAllah masuk ke tingkatan SD. SDN Percontohan 15 yang terletak di Tebet Timur sudah beberapa tahun ini menjadi sekolah favorite dan peminatnya selalu membludak. Hampir 200-300 anak ikut dalam seleksi masuk sekolah ini dan terpilih hanya 40 orang anak yang dianggap kompeten tidak hanya di pelajaran saja, juga dalam kemampuan verbal, sosialisasi dan kemandirian dalam menjalankan rutinitas kesehariannya. Tahun ini peminatnya agak sedikit, terlihat kemaren sewaktu berbaris sebelum masuk ke kelas masing-2 untuk memulai test, ada sekitar 140 orang anak yang hadir, asumsi saya mungkin seleksi awal dari kecukupan umur yang mesti 6 tahun per bulan Juli ini yang...

Dream Board of Tim ButikShaakira

Masih lanjutan dari acara nobar "Sang Pemimpi" yang lalu, saya memberikan selembar kertas kepada setiap karyawan. Menggali keyakinan mereka terhadap kekuatan impian dan juga untuk mengetahui apakah mereka juga berani bermimpi? Seluruh kertas sudah terkumpul, isinya berbeda-beda namun membuat saya senang, terharu dan bersyukur terhadap proses penggalian ini. Saya akan menempelkan seluruh kertas-kertas ini di dream board yang akan dibuat di ruang kerja tim Internet sebagai pemacu, pendorong, pengingat setiap impian masing-2 kami di tahun 2010. Hasil akhirnya mana ada yang tahu, yang penting jangan pernah berhenti bermimpi dan mengejar impian tersebut agar terwujud sehingga akhirnya kita akan merasa puas & bersyukur bahwa kita masih diberikan kesempatan oleh Allah untuk berani bermimpi. Berikut sekilas gambaran hasil akhirnya... ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Apakah arti sebuah impian untuk anda?  Rata-rata semua mengerti b...

Hari Pendidikan 1 Mei Dirayakan Seperti Apa?

Halo, Selamat Pagi :-) Bertemu lagi dengan tulisan baru hari ini. Ingin sekali menuangkan pemikiran tentang hari pendidikan nasional yang dirayakan kemarin, tanggal 1 Mei. Sudah sejauh mana hasil pendidikan kita ? Ah, rasanya terlalu sedih melihat hasil outputnya hari ini. Ketidakjelasan datangnya dari pemerintah. Belum ada blue print yang jelas. Lah wong setiap 5 tahun sekali berganti kebijakan dan akhirnya menimbulkan kebingungan bagi para pengajar dan murid-muridnya.  Apa sebenarnya tujuan pendidikan nasional kita? Menurut UU No 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional, pasal 3, tujuan pendidikan kita adalah mencerdaskan bangsa dengan mengembangkan potensi pelajar agar menjadi orang yang cerdas, beriman, bertakwa, berakhlak mulia, sehat, cakap, kreatif, mandiri dan tentunya bertanggung jawab. Apakah tujuan tersebut sanggup kita capai dengan cara model pendidikan lama? Dimana pola tersebut fokusnya mungkin hanya di sekitar menghapal dan sekedar tahu permukaannya saja, dan...