Pages

Saturday, November 03, 2007

Just Relax...

Founder TDA : H. Alay, inspirator dan mentor bisnis saya

Founder TDA, pak Roni dan sang paman "Alfi Hendry"

Foto bersama sebelum pulang, sampai berjumpa di Milad ke-2 TDA tahun depan

TDA Srikandi yang ceria dan setia menyimak sharing para bintang tamu
Ki-ka: Widya, vivi, sukma, doris, roes dan mbak Mila

With Raising Star, Alfi Hendry, sang pemilik tandike.com


Ingin rasanya relax dan istirahat barang sebentar. Merenungkan apa yang didapat dari acara Halal Bihalal TDA sepanjang hari ini. Bertemu wajah-wajah baru dan sahabat-sahabat lama. Tak terasa sudah seperti keluarga saja semuanya. Aneh tapi nyata. Semuanya sahabat lama tersenyum gembira, memeluk, menjabat erat dan saling mengucapkan sesuatu yang membuat hati gembira dan tersenyum. Indahnya kebersamaan.

Bintang tamu yang ditunggu-tunggu juga hadir disana, seseorang yang masih sangat muda, 34 thn, Pak Alfi namanya, mengaku tidak bisa berbicara didepan umum tapi sangat menarik perhatian peserta yang hadir saat itu. Saya pun menyempatkan diri untuk mendekat dengan gerombolan orang-orang yang tertarik lebih jauh lagi bertanya tentang kiat bisnisnya. Tentunya dibelakang panggung dengan suasana yang lebih santai dan akhirnya banyaklah pertanyaan yang bisa kami tanyakan padanya.

Pertanyaan saya yang pertama, perbandingan antara online dan offline dalam bisnisya. Langsung saja dijawab dengan tegas, 0% dari internet dan hanya mengandalkan offline saja 100%, begitu katanya. Saya terkejut, karena sebelum bertemu dengannya, saya sudah mengunjungi website usahanya yang sangat..sangat profesional, menurut kacamata saya yang masih sangat pemula ini. Kenapa website secanggih itu tidak menghasilkan omset? pikir saya dalam hati. Padahal disana juga disediakan modul pembelian online.

Pertanyaan selanjutnya, apa MOTIVASInya dalam berbisnis. Yang ini sungguh membuat saya penasaran karena saya melihat fokus bisnisnya sangat sempit dan tidak banyak orang yang berminat bermain disana. Jawabannya, "Saya ingin membuktikan, bahwa saya bisa. Dan tidak ingin dilecehkan!". Wow. Sudah terbukti sekarang hasilnya, walaupun saya sangat yakin, kalau melakukan perjalanan napak tilas ke 11 tahun yang lalu, dimana usahanya baru mulai didirikan, pasti tidak seindah dan segagah yang sekarang saya lihat dan kagumi. Intinya, pembuktian kemampuan diri. Itu adalah pendorong yang melawan rasa takutnya, bimbangnya, dan mungkin juga kerugian yang menerpa selama perjalananan membangun bisnisnya.

Kemudian, saya dengar ia menjelaskan bahwa dalam 3 tahun pertama usahanya masih terus merugi dan bahkan menghasilkan hutang dalam jumlah sekian ratus juta. Kenapa tidak quit? tanya kami penasaran. Saya tidak bisa, ini masih dalam taraf pembuktian dan saya yakin pasti bisa berhasil dengan usaha ini, katanya lagi. Malahan dia pikir, kalau dia berhenti dan membawa hutang sekian ratus juta untuk apa? Lebih baik lagi saya memiliki hutang 1 M tapi usaha saya masih terus berjalan, lanjutnya berbicara. Pernyataan ini apa maksudnya? Saya tidak paham. ;-D.

Terus berjalan dalam keadaan minus dan bahkan menambah hutang menjadi lebih banyak adalah menciptakan kondisi keterpepetan yang tidak biasa dan akan membuat kita untuk berusaha lebih keras lagi..lebih bersabar lagi dan lebih bersyukur lagi karena masih diberi kenikmatan untuk bisa mengambil keputusan melangkah menuju kesuksesan sendiri. Hal seperti ini sudah sering saya rasakan di lingkungan tempat saya belajar menjadi seorang pengusaha selama ini dan juga buku-buku motivasi yang saya baca. Tanpa sadar saya pun terus berjalan menapaki proses yang saya pilih hingga saat ini dengan mengkondisikan diri dalam keadaan terdesak. Demi mimpi dan keinginan saya. Demi ujung jalan yang dinamakan kesuksesan. Yang parameter pengukur nilai sukses itu tentu saja berbeda antara saya dengan anda semua yang masih setia membaca blog ini :-D.

Bagi saya sukses adalah sadar dan bertanggung jawab tentang hidup karena saya yakin Janji Allah yang akan mengabulkan doa-doa hambanya. Terus nyalakan dalam hati semangat untuk berusaha dan yakinlah bahwa Ia akan mendengar rintihan, bisikan lembut dan doa-doa kita selama ini, yang berniat untuk menjadi mahkluk yang lebih berguna bukan hanya untuk diri sendiri melainkan untuk orang banyak lainnya. InsyaAllah.


Salam,
Doris Nasution
Owner, "Shaakira"
Outlet Jilbab & Kerudung Pilihan
Tebet Barat, Jak-Sel
Email: dorisnst@yahoo.com | YM:dorisnst | HP:0815-86038678

1 comment:

Rusulina Ekasari said...

assm mba doris, saya rusulina...saya baru merintis usaha kecil2an saya di bidang parfum. dan mba doris adalah inspirasi saya. wah ternyata komunitas tda nya solid yaa...jadi mau neh daftar jadi member tda. dan untuk mba doris suksess terus yaa