Skip to main content

Strategi Jualan

Sudah seminggu sejak saya launching iklan Paket Sampel Busana Muslim AZKA sulam tangan di milis-milis yang saya ikuti. Alhamdulillah sudah ada yang merespon. Semoga langkah awal ini bisa memperlihatkan hasil yang menggembirakan. Mengingat kontribusi penjualan AZKA di toko Shaakira Bunda kejar-kejaran dengan busana muslim MANET.

Memang belum ramai, tapi saya cukup senang dan bersemangat menerima respon dari beberapa pembeli yang mau menjajal paket sampelnya dulu sebelum memutuskan mendaftar menjadi sub-agen AZKA melalui Butik Shaakira Bunda.

Strategi saya menyediakan paket sampel ini tentunya didukung dengan stok beberapa produk yang sangat memadai jumlahnya di toko, dan kenapa saya buat paket sampel yang terdiri dari 2 pc saja gabungan antara beberapa varian produk yang disediakan oleh AZKA adalah karena saya ingin meminimalkan biaya yang harus dibayarkan oleh calon agen yang masih ingin coba-coba dulu. Paket sampel AZKA dimulai dari harga Rp. 190.000 - Rp. 247.000,- tentu saja masing-masing terdiri dari kombinasi produk yang unik.

Sedangkan perkembangan penjualan Busana Muslim MANET, alhamdulillah masih terus menampakkan hasil yang bagus. Beberapa agen/sub-agen sudah banyak yang tidak sabaran menunggu katalog Edisi Lebaran yang snapshot cover depannya sudah saya tampilkan di website. Hehehe tujuannya tentu saja untuk memancing respon dari para pengunjung setia website. Yah namanya saja orang jualan, jadi kalau bisa semuanya dipajang ;-)

Menyediakan paket sampel MANET juga? Tentu saja dong :). Melalui paket sampel, pengenalan produk dengan meminimalkan risiko juga sangat disukai calon-calon agen/sub-agen. Oya, bicara tentang MANET dan AZKA, pagi ini saya menerima second order dari agen saya yang berada jauh di Qatar. Alhamdulillah, kalau ada pembelian berikutnya itu berarti barang-barang yang sebelumnya saya kirim diterima dengan baik disana. Semoga kerjasama ini terus langgeng. Amin.

Pembelajaran penting untuk saya adalah, sebelum melakukan pengiriman barang ke luar negeri pada khususnya, pengecekan item hingga detil menjadi wajib dilakukan. Kesalahan yang pernah saya lakukan, miss mengecek kancing baju. Ada blus yang bahan di kancing bajunya terlepas/sobek. Duh, sudah jauh dan ongkos kirimnya mahal, saya kebingungan bagaimana musti memberikan solusi kepada pelanggan atas kesalahan saya tersebut. Bingung..bingung.

Semoga saja pembelajaran demi pembelajaran akan membuat team Shaakira menjadi lebih maju lagi dalam memberikan servis yang terbaiknya. Semoga...


Salam,
Doris Nasution
Owner, "Shaakira"
Email: dorisnst@yahoo.com | YM:dorisnst | HP:0815-86038678

Bisnis saya :
1. Outlet Jilbab & Kerudung Pilihan (Kerudung El-Zoya, Jilbab Permata, Jilbab Rabbani, Jilbab Maiara, Jilbab Taaj, Jilbab Pashmira, Jilbab Kartina), telp : 021-9852 8394. Jl. Tebet Barat IX No. 23 (kios ke-4), Jkt, 12810.

2. Butik Shaakira Bunda (MANET, AZKA, ANNISA dan beberapa produk busana muslim pilihan branded lainnya), telp:021-703 23 787, Jl. Tebet Barat IX No. 23 (kios ke-2), Jkt, 12810.

3. Order online jilbab dan busana muslim grosir atau eceran
Website : www.butikshaakira.com, telp/SMS : 021-950-909-69, email : cs_butikshaakira@yahoo.com

Comments

Popular posts from this blog

Tes Tertulis Syarat untuk Masuk SDN Percontohan 15

Alhamdulillah selesai juga satu hari yang menegangkan dan pengalaman kami yang pertama sebagai orang tua ;-). Pengalaman ini patut saya share di blog pikirku semalam, sehingga ketika nanti jika adiknya Adiva ada dan kami mungkin perlu lagi mengulang kembali kejadian ini kami bisa lebih siap lagi mempersiapkan anak kami yang tahun ini InsyaAllah masuk ke tingkatan SD. SDN Percontohan 15 yang terletak di Tebet Timur sudah beberapa tahun ini menjadi sekolah favorite dan peminatnya selalu membludak. Hampir 200-300 anak ikut dalam seleksi masuk sekolah ini dan terpilih hanya 40 orang anak yang dianggap kompeten tidak hanya di pelajaran saja, juga dalam kemampuan verbal, sosialisasi dan kemandirian dalam menjalankan rutinitas kesehariannya. Tahun ini peminatnya agak sedikit, terlihat kemaren sewaktu berbaris sebelum masuk ke kelas masing-2 untuk memulai test, ada sekitar 140 orang anak yang hadir, asumsi saya mungkin seleksi awal dari kecukupan umur yang mesti 6 tahun per bulan Juli ini yang...

Dream Board of Tim ButikShaakira

Masih lanjutan dari acara nobar "Sang Pemimpi" yang lalu, saya memberikan selembar kertas kepada setiap karyawan. Menggali keyakinan mereka terhadap kekuatan impian dan juga untuk mengetahui apakah mereka juga berani bermimpi? Seluruh kertas sudah terkumpul, isinya berbeda-beda namun membuat saya senang, terharu dan bersyukur terhadap proses penggalian ini. Saya akan menempelkan seluruh kertas-kertas ini di dream board yang akan dibuat di ruang kerja tim Internet sebagai pemacu, pendorong, pengingat setiap impian masing-2 kami di tahun 2010. Hasil akhirnya mana ada yang tahu, yang penting jangan pernah berhenti bermimpi dan mengejar impian tersebut agar terwujud sehingga akhirnya kita akan merasa puas & bersyukur bahwa kita masih diberikan kesempatan oleh Allah untuk berani bermimpi. Berikut sekilas gambaran hasil akhirnya... ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Apakah arti sebuah impian untuk anda?  Rata-rata semua mengerti b...

Hari Pendidikan 1 Mei Dirayakan Seperti Apa?

Halo, Selamat Pagi :-) Bertemu lagi dengan tulisan baru hari ini. Ingin sekali menuangkan pemikiran tentang hari pendidikan nasional yang dirayakan kemarin, tanggal 1 Mei. Sudah sejauh mana hasil pendidikan kita ? Ah, rasanya terlalu sedih melihat hasil outputnya hari ini. Ketidakjelasan datangnya dari pemerintah. Belum ada blue print yang jelas. Lah wong setiap 5 tahun sekali berganti kebijakan dan akhirnya menimbulkan kebingungan bagi para pengajar dan murid-muridnya.  Apa sebenarnya tujuan pendidikan nasional kita? Menurut UU No 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional, pasal 3, tujuan pendidikan kita adalah mencerdaskan bangsa dengan mengembangkan potensi pelajar agar menjadi orang yang cerdas, beriman, bertakwa, berakhlak mulia, sehat, cakap, kreatif, mandiri dan tentunya bertanggung jawab. Apakah tujuan tersebut sanggup kita capai dengan cara model pendidikan lama? Dimana pola tersebut fokusnya mungkin hanya di sekitar menghapal dan sekedar tahu permukaannya saja, dan...