Skip to main content

Review Bisnis Baru - Oriflame dengan DBC Network

Alhamdulillah, sudah sebulan lebih 4 hari semenjak keputusan untuk bergabung sebagai konsultan Oriflame melalui jaringan DBC yang dimotori oleh Dini Shanti dan jeng Nadia. Kedua motornya memang sudah tidak asing lagi di dunia jagat maya khususnya dunia internet marketing, jadi saya memang memasuki bisnis baru ini dengan penuh keyakinan dan komitmen yang serius dengan tujuan untuk berhasil seperti mereka, yang saya anggap para SUHU :-)

Karena komitmen di bisnis baru tentunya keterlibatan sejak awal saya berikan. Dari mulai mendatangi acara bulanan BOP atau Business Opportunity Presentation untuk yang pertama kalinya, pada tanggal 7 Feb 09 yang lalu, untuk mengetahui sedetil2nya apaan sih ini bisnis Oriflame yang sebenar2nya. Saya datang, sendirian, ngojek pulang pergi supaya praktis dan cepat, dan mengosongkan kepala untuk mendengarkan dan merasakan suasana yang coba dibangun diruang Lotus, gedung JDC yang mampu memuat hingga 600 orang tersebut. Dan akhirnya merenung, ngobrol ma suami dan bulat mau mencoba bisnis yang satu ini.

Kenapa sih mau ikutan Oriflame, ris? Itu pertanyaan teman-2 yang bertanya ketika melihat status YM saya menyala. Saya juga bingung, kenapa yah alasannya? Yang jelas, kenapa tidak dicoba dulu saja, kan modal awalnya terjangkau banget, hanya Rp. 39.900 pada bulan lalu. Kalau tidak berhasil, ruginya tidak banyak, dan pastinya tidak akan menggangu bisnis yang sudah running sekarang, Shaakira dan RKL Zoya.

Terus selain itu karena saya memutuskan bergabung dengan Oriflame melalui DBC maka saya dididik untuk menjadi sangat mandiri untuk mempelajari bisnis ini. DBC menyediakan website untuk masing-masing anggota, kemudian ada e-book yang tinggal saya download dan baca malem2 ketika aliyah sudah bobo ;-), ada forumnya yang asli lengkap abiss, saya tinggal baca, baca, dan baca segala hal yang dishare disana. Yang jelas saya merasa nyaman karena bisnis ini terlihat terang untuk saya coba sehingga saya bisa berhasil seperti mereka yang sudah terbukti berhasil disini.

Kalau sudah demikian mudahnya dan supportnya bergabung dengan Oriflame melalui DBC Network, lantas kenapa saya tanggung2 terlibat didalamnya kan? Saya juga kepingin membuktikan bahwa dengan bisnis baru ini saya juga bisa sukses dan maunya mengajak teman-2 yang selama ini banyak bertanya dan urung melakukan bisnis karena kepentok modal yg besar. Nah sekarang saya punya bisnis yang terjangkau, mari bersama-sama saya kita berani bermimpi dan berusaha terlibat 100% didalamnya, supaya nanti bisa terkumpul modal yang besar untuk memulai bisnis yang membutuhkan modal besar seperti Shaakira yg dulu bisa berdiri dengan modal 100% dari KTA hehehe.

Yok, bergabung bersama-sama, klik link berikut ini ya...

Salam,
Doris Nasution

Status saya saat ini:
1. Bergabung selama 1 bulan, level 3%, bonus Rp. 31.725,- dengan modal awal Rp. 39.900,- berarti bulan ini saya msih nombok Rp. 8.175 he he he

2. Memasuki bulan ke-2, target 6% insyaAllah dengan 4 orang downline dan 3 orang prospek yang saya dapatkan asli melalui website, ada orang Jakarta dan Balikpapan yang percaya mau bergabung dengan saya di Oriflame. Alhamdulillah.

Comments

Popular posts from this blog

Tes Tertulis Syarat untuk Masuk SDN Percontohan 15

Alhamdulillah selesai juga satu hari yang menegangkan dan pengalaman kami yang pertama sebagai orang tua ;-). Pengalaman ini patut saya share di blog pikirku semalam, sehingga ketika nanti jika adiknya Adiva ada dan kami mungkin perlu lagi mengulang kembali kejadian ini kami bisa lebih siap lagi mempersiapkan anak kami yang tahun ini InsyaAllah masuk ke tingkatan SD. SDN Percontohan 15 yang terletak di Tebet Timur sudah beberapa tahun ini menjadi sekolah favorite dan peminatnya selalu membludak. Hampir 200-300 anak ikut dalam seleksi masuk sekolah ini dan terpilih hanya 40 orang anak yang dianggap kompeten tidak hanya di pelajaran saja, juga dalam kemampuan verbal, sosialisasi dan kemandirian dalam menjalankan rutinitas kesehariannya. Tahun ini peminatnya agak sedikit, terlihat kemaren sewaktu berbaris sebelum masuk ke kelas masing-2 untuk memulai test, ada sekitar 140 orang anak yang hadir, asumsi saya mungkin seleksi awal dari kecukupan umur yang mesti 6 tahun per bulan Juli ini yang...

Dream Board of Tim ButikShaakira

Masih lanjutan dari acara nobar "Sang Pemimpi" yang lalu, saya memberikan selembar kertas kepada setiap karyawan. Menggali keyakinan mereka terhadap kekuatan impian dan juga untuk mengetahui apakah mereka juga berani bermimpi? Seluruh kertas sudah terkumpul, isinya berbeda-beda namun membuat saya senang, terharu dan bersyukur terhadap proses penggalian ini. Saya akan menempelkan seluruh kertas-kertas ini di dream board yang akan dibuat di ruang kerja tim Internet sebagai pemacu, pendorong, pengingat setiap impian masing-2 kami di tahun 2010. Hasil akhirnya mana ada yang tahu, yang penting jangan pernah berhenti bermimpi dan mengejar impian tersebut agar terwujud sehingga akhirnya kita akan merasa puas & bersyukur bahwa kita masih diberikan kesempatan oleh Allah untuk berani bermimpi. Berikut sekilas gambaran hasil akhirnya... ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Apakah arti sebuah impian untuk anda?  Rata-rata semua mengerti b...

Sebenarnya Berapa Lama Waktu yang Diperlukan Untuk Membentuk Kebiasaan Baru?

Kehidupan ini isinya pengulangan kebiasaan-kebiasaan yang berjalan secara terpaksa atau otomatis. Sejak bangun pagi hinggu kembali ke tempat tidur, kita dihadapkan pada pengambilan keputusan yang bergantian antara keputusan baik atau buruk yang mengantarkan kita pada kesimpulan apakah pada hari tersebut berakhir pada hari baik atau buruk. Dari buku Atomic Habits yang ditulis oleh James Clear, saya mendapati kesimpulan baru yaitu untuk mendapatkan kebiasaan, kuncinya adalah frekuensi pengulangan, bukan jumlah jam yang ditanamkan terhadap suatu kebiasaan tersebut & juga bukan mengejar kesempurnaan. Seperti ini gambaran yang saya dapatkan dari uraian yang tertera dalam Bab 11 tentang percobaan seorang guru besar di University of Florida yang membagi mahasiswa jurusan fotografinya menjadi dua kelompok, yaitu kelompok "kuantitas" dan "kualitas". Permainan dimulai dengan memberikan tugas selama satu semester kepada masing-masing kelompok. Kelompok "kuantitas...