Skip to main content

Pre-Launching Senopati Kidz Center

Minggu-2 ini, adikku Mutia sangat sibuk, pontang-panting antara Jakarta-Tangerang dan Purwakarta, weleh..weleh..aku saja yang memantau posisinya dia setiap hari ikutan capek seolah-2 yang melaksanakan perjalanan itu, padahal cuma dengar update-annya saja via hp.

Sungguh luar biasa semangatnya untuk membuka satu cabang bisnis nya lagi. Setelah berjalan hampir 3 tahun, bisnis yang dijalankannya di Tangerang - yang mengkhususkan untuk terapi dan edukasi anak-2 dengan kebutuhan khusus melwati naik-turunnya gelombang bisnis. Menurutku, dia sudah lumayan tangguh dan mempunyai komitment yang tinggi untuk maju dan berhasil. Alhamdulillah, di awal tahun ini, terwujud cabang baru yang berlokasi di Selatan Jakarta membidik pasar area sekitarnya yang mungkin bisa mendatangkan tipe pelanggan yang sangat berbeda dengan yang di Tangerang.

Mingu ini adalah minggu terakhir persiapan launching bisnis tersebut, yang diberi nama "Senopati Kidz Center", berlokasi di Jl. Senopati No. 7B, Keb-Baru dan kontak di 0815-998 2919, dan langkah-2 pemasaran pun sudah dilakukan beberapa minggu sebelumnya, melalui penyebaran brosur di sekolah-2 sekitar area tsbt.

InsyaAllah, jika tidak ada aral melintang, bisnis tersebut akan resmi di buka Senin depan, 12 February 2007. kalau aku intip di rencana 6 bulan pertamanya, adikku dan seorang temannya yang berkolaborasi berdua dalam bisnis ini cukup tegas dalam memisahkan tugas dan fungsi mereka masing-2 tentu saja tetap dengan diskusi dan musyawarah untuk mencapai satu tujuan bisnis yang sama. Konon target mereka pada bulan pertama adalah 0 murid, waw, goal yang sangat ekstrim menurut saya atau mungkin pesimiskah??, walaupun saya paham alasan di sebaliknya; karena 1 bulan pertama adalah masanya menggenjot promosi dan memperbaiki program-2/jasa-2 untuk menarik pelanggan datang.

Tapi, dari penyebaran brosur, kemarin sudah ada 2 orang calon murid yang ingin datang meninjau tempat usaha adikku ini, yang tentu saja membuatku adikku kegirangan, karena benar-2 tidak menyangka akan mendapatkan respon yang sangat positif dan membuatnya semakin yakin dan bersemangat untuk bisa melampaui target bulan pertama bisnis ini ;-), bahkan kelihatannya juga telah menghapus kelelahan fisiknya (menurutku).

Yah, aku berharap semakin banyak telepon yang berdering ke hp nya untuk segera mendaftar menjadi murid-2 nya disana.

Tunggu lanjutin foto-2 dari tempat belajar khusus ini nanti ya....

Comments

whuaa mb Doris kita kebalik nih ;-)
kalo dirimu bikinin blog buat adek..kalo duluu banegt aku memulai semuanya ini dari "dibikinin blog oleh adekku" hehe. Subhanallah yaa..punya sister yg bis amemotivasi itu ternyata anugrah banget ;-)
makasih ya isya & ayya :-), iih seneng banget deh udah pintar blogwalking yah kaya' mamanya heheh..alhamdulillah mbak nadia, saling support itu wajib hukumnya apalagi keluarga sendiri kan seperti di TDA aja lah mbak, uluran tangan dari mana-2 aja kita sendiri sampai bingung dan sangsi kok bisa yah..hari gini punya komunitas yang sangat kental rasa kekeluargaan nya..amin..aku juga merasa diberkahi banget mbak bisa ketemu mbak nadia yang keren banget ituh..hihi..

Popular posts from this blog

Tes Tertulis Syarat untuk Masuk SDN Percontohan 15

Alhamdulillah selesai juga satu hari yang menegangkan dan pengalaman kami yang pertama sebagai orang tua ;-). Pengalaman ini patut saya share di blog pikirku semalam, sehingga ketika nanti jika adiknya Adiva ada dan kami mungkin perlu lagi mengulang kembali kejadian ini kami bisa lebih siap lagi mempersiapkan anak kami yang tahun ini InsyaAllah masuk ke tingkatan SD. SDN Percontohan 15 yang terletak di Tebet Timur sudah beberapa tahun ini menjadi sekolah favorite dan peminatnya selalu membludak. Hampir 200-300 anak ikut dalam seleksi masuk sekolah ini dan terpilih hanya 40 orang anak yang dianggap kompeten tidak hanya di pelajaran saja, juga dalam kemampuan verbal, sosialisasi dan kemandirian dalam menjalankan rutinitas kesehariannya. Tahun ini peminatnya agak sedikit, terlihat kemaren sewaktu berbaris sebelum masuk ke kelas masing-2 untuk memulai test, ada sekitar 140 orang anak yang hadir, asumsi saya mungkin seleksi awal dari kecukupan umur yang mesti 6 tahun per bulan Juli ini yang...

Dream Board of Tim ButikShaakira

Masih lanjutan dari acara nobar "Sang Pemimpi" yang lalu, saya memberikan selembar kertas kepada setiap karyawan. Menggali keyakinan mereka terhadap kekuatan impian dan juga untuk mengetahui apakah mereka juga berani bermimpi? Seluruh kertas sudah terkumpul, isinya berbeda-beda namun membuat saya senang, terharu dan bersyukur terhadap proses penggalian ini. Saya akan menempelkan seluruh kertas-kertas ini di dream board yang akan dibuat di ruang kerja tim Internet sebagai pemacu, pendorong, pengingat setiap impian masing-2 kami di tahun 2010. Hasil akhirnya mana ada yang tahu, yang penting jangan pernah berhenti bermimpi dan mengejar impian tersebut agar terwujud sehingga akhirnya kita akan merasa puas & bersyukur bahwa kita masih diberikan kesempatan oleh Allah untuk berani bermimpi. Berikut sekilas gambaran hasil akhirnya... ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Apakah arti sebuah impian untuk anda?  Rata-rata semua mengerti b...

Hari Pendidikan 1 Mei Dirayakan Seperti Apa?

Halo, Selamat Pagi :-) Bertemu lagi dengan tulisan baru hari ini. Ingin sekali menuangkan pemikiran tentang hari pendidikan nasional yang dirayakan kemarin, tanggal 1 Mei. Sudah sejauh mana hasil pendidikan kita ? Ah, rasanya terlalu sedih melihat hasil outputnya hari ini. Ketidakjelasan datangnya dari pemerintah. Belum ada blue print yang jelas. Lah wong setiap 5 tahun sekali berganti kebijakan dan akhirnya menimbulkan kebingungan bagi para pengajar dan murid-muridnya.  Apa sebenarnya tujuan pendidikan nasional kita? Menurut UU No 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional, pasal 3, tujuan pendidikan kita adalah mencerdaskan bangsa dengan mengembangkan potensi pelajar agar menjadi orang yang cerdas, beriman, bertakwa, berakhlak mulia, sehat, cakap, kreatif, mandiri dan tentunya bertanggung jawab. Apakah tujuan tersebut sanggup kita capai dengan cara model pendidikan lama? Dimana pola tersebut fokusnya mungkin hanya di sekitar menghapal dan sekedar tahu permukaannya saja, dan...