Skip to main content

Bertanya Supplier, Etis atau Tidak?

"Mbak boleh minta supplier atau tangan pertama dari produk A, B, C ini mbak, karena saya sudah survey melalui internet, kok saya hanya medapatkan tangan kedua, ketiga dan lain sebagainya?"

Sering saya mendapatkan pertanyaan seperti diatas, baik melalui email, YM dan SMS. Kebanyakan yang bertanya itu saya belum pernah bertemu dan berinteraksi offline. Mungkin saja karena membaca postingan-postingan ringan di blog saya saat ini yang memang ditujukan untuk mendokumentasikan perjalanan bisnis jaringan toko Shaakira (insyaAllah) membuat teman-teman ingin mengetahui darimana saya mendapatkan produk-produk yang sekarang ada di toko.

Biasanya saya tidak mau menjawab pertanyaan tersebut, apalagi kepada orang-orang yang memang tidak pernah kenal sebelumnya. Maaf ya. Karena informasi tersebut adalah lumbung padinya toko Shaakira saat ini. Lagipula, menurut saya pertanyaan itu tidaklah etis dalam dunia bisnis. Maafkan saya kalau masalah ini saya anggap penting dan membuat saya enggan untuk menjawabnya.

Ada lagi pertanyaan yang juga mengharapkan jawaban instant dan tepat sasaran :-) hehe, pernah tidak mendapat pertanyaan seperti ini : Mbak, berapa sih keuntungan bisnis Shaakira setiap bulannya, tolong ceritakan secara detil bagaimana memulai usaha toko jilbab seperti Shaakira (via sms loh nanyanya hahaha), atau juga ada yang mengkonfirmasi apakah benar mencari uang lewat internet itu mudah dan instant hasilnya dan juga membawa-bawa nasib keluarganya jika saya tidak menjawab. Waduh...bingung gak jawabnya? Asli bingung banget! :)

Masih banyak pertanyaan-2 lainnya yang juga tak kalah menariknya. Ya sudahlah, tidak usah digambarkan satu persatu disini. Hanya saja bagi saya pribadi, bertanya tentang sumber supplier, keuntungan setiap bulan, sungguh tidaklah etis dalam dunia bisnis. Itu adalah rambu-rambu yang harus diperhatikan dalam berinteraksi dengan sesama pebisnis. Hargailah proses mereka yang sudah melewati jatuh bangunnya mencoba supplier demi supplier hingga akhirnya menemukan yang pas sesuai dengan target market toko, proses mencari jalan untuk mendapatkan keuntungan dari usahanya setiap hari dan juga proses mencari jalan untuk mempertahankan pelanggannya agar tetap loyal berbelanja di toko masing-2.

Nikmatilah proses pencarian itu sehingga akhirnya nanti bisa merasakan sendiri dan akhirnya bisa mengerti apakah pertanyaan saya ini etis atau tidak. Tanya jawabannya kepada hati nurani masing-masing.

Salam,
Doris Nasution
Owner, "Shaakira"
Outlet Jilbab & Kerudung Pilihan (Kerudung El-Zoya, Jilbab Permata, Jilbab Rabbani)
Tebet Barat, Jak-Sel
Email: dorisnst@yahoo.com | YM:dorisnst | HP:0815-86038678

Comments

Eka said…
Iya yah ... kurang etis kalo nanya supplier kita dimana. Kaya mb bilang .. ya itu lumbung padi kita.

Mungkin karena mb menganspirasi .. jadi sering muncul pertanyaan2 spt itu.

Eka
http://www.pernik-unikdiary.blogspot.com
Unknown said…
Kalau saya biasanya ditanya seperti ini: gulanya dari mana dan siapa saja pemakai gula semut ini? Jujur saja, dalam hati memang mangkel mendengar pertanyaan seperti ini. Tapi karena kewajiban tetep harus memegang etiket sopan santun, terpaksa dijawab juga dan sudah barang tentu sekenanya saja.
Rulsyah said…
Kalau menurut saya, memang kurang etis kalau bertanya sampai "berapa jumlah padi di lumbung". Tetapi kalau bertanya "Padinya dapat darimana ?" saya rasa masih etis.

Boleh jadi orang yg bertanya tsb sedang dalam proses mencari juga. Toh, yg sudah mendapat supplier tangan pertama pasti juga diberitahu oleh orang lain kan ?.

Tangan pertama atau kedua itu saya rasa relatif lho. Tangan pertama menurut siapa ? boleh jadi supplier yg kita pegang selama ini bukan tangan pertama.

Saya yakin segala sesuatu ada timbal balik. Jika kita memberi, maka pasti juga menerima.

Sebagai contoh sekalian test (dan iklan) saya pernah coba cari supplier parfum asli yang ber-merk, setelah cari2 maka (menurut saya) ketemu nih !. Kalau ada yg lebih murah dari harga parfum di situs saya, berarti tangan pertama versi saya sudah tidak valid kan ?

cek di : http://tokobigbang.wordpress.com/2008/02/08/tentang-parfum/

sukses selalu buat mbak mbak sekalian ya..

Popular posts from this blog

Tes Tertulis Syarat untuk Masuk SDN Percontohan 15

Alhamdulillah selesai juga satu hari yang menegangkan dan pengalaman kami yang pertama sebagai orang tua ;-). Pengalaman ini patut saya share di blog pikirku semalam, sehingga ketika nanti jika adiknya Adiva ada dan kami mungkin perlu lagi mengulang kembali kejadian ini kami bisa lebih siap lagi mempersiapkan anak kami yang tahun ini InsyaAllah masuk ke tingkatan SD. SDN Percontohan 15 yang terletak di Tebet Timur sudah beberapa tahun ini menjadi sekolah favorite dan peminatnya selalu membludak. Hampir 200-300 anak ikut dalam seleksi masuk sekolah ini dan terpilih hanya 40 orang anak yang dianggap kompeten tidak hanya di pelajaran saja, juga dalam kemampuan verbal, sosialisasi dan kemandirian dalam menjalankan rutinitas kesehariannya. Tahun ini peminatnya agak sedikit, terlihat kemaren sewaktu berbaris sebelum masuk ke kelas masing-2 untuk memulai test, ada sekitar 140 orang anak yang hadir, asumsi saya mungkin seleksi awal dari kecukupan umur yang mesti 6 tahun per bulan Juli ini yang...

Dream Board of Tim ButikShaakira

Masih lanjutan dari acara nobar "Sang Pemimpi" yang lalu, saya memberikan selembar kertas kepada setiap karyawan. Menggali keyakinan mereka terhadap kekuatan impian dan juga untuk mengetahui apakah mereka juga berani bermimpi? Seluruh kertas sudah terkumpul, isinya berbeda-beda namun membuat saya senang, terharu dan bersyukur terhadap proses penggalian ini. Saya akan menempelkan seluruh kertas-kertas ini di dream board yang akan dibuat di ruang kerja tim Internet sebagai pemacu, pendorong, pengingat setiap impian masing-2 kami di tahun 2010. Hasil akhirnya mana ada yang tahu, yang penting jangan pernah berhenti bermimpi dan mengejar impian tersebut agar terwujud sehingga akhirnya kita akan merasa puas & bersyukur bahwa kita masih diberikan kesempatan oleh Allah untuk berani bermimpi. Berikut sekilas gambaran hasil akhirnya... ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Apakah arti sebuah impian untuk anda?  Rata-rata semua mengerti b...

Hari Pendidikan 1 Mei Dirayakan Seperti Apa?

Halo, Selamat Pagi :-) Bertemu lagi dengan tulisan baru hari ini. Ingin sekali menuangkan pemikiran tentang hari pendidikan nasional yang dirayakan kemarin, tanggal 1 Mei. Sudah sejauh mana hasil pendidikan kita ? Ah, rasanya terlalu sedih melihat hasil outputnya hari ini. Ketidakjelasan datangnya dari pemerintah. Belum ada blue print yang jelas. Lah wong setiap 5 tahun sekali berganti kebijakan dan akhirnya menimbulkan kebingungan bagi para pengajar dan murid-muridnya.  Apa sebenarnya tujuan pendidikan nasional kita? Menurut UU No 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional, pasal 3, tujuan pendidikan kita adalah mencerdaskan bangsa dengan mengembangkan potensi pelajar agar menjadi orang yang cerdas, beriman, bertakwa, berakhlak mulia, sehat, cakap, kreatif, mandiri dan tentunya bertanggung jawab. Apakah tujuan tersebut sanggup kita capai dengan cara model pendidikan lama? Dimana pola tersebut fokusnya mungkin hanya di sekitar menghapal dan sekedar tahu permukaannya saja, dan...